Hagia Sophia

29 May 2026

Thailand Berlakukan Karantina Ketat untuk Pendatang dari Kongo

Foto ilustrasi: Getty Images

Pemerintah Thailand memperketat langkah pencegahan penyebaran Ebola. Pelancong yang datang dari atau sempat transit di Republik Demokratik (RD) Kongo, kini diwajibkan menjalani karantina minimal 21 hari, bahkan jika tidak menunjukkan gejala penyakit.

Kebijakan tersebut disepakati komite teknis yang memberikan rekomendasi kepada Departemen Pengendalian Penyakit Thailand atau DDC.

Direktur Jenderal DDC, Montien Kanasawadse, mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 17 Mei 2026 menetapkan wabah Ebola akibat virus Bundibugyo di RD Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat, yang menjadi perhatian internasional.

Menurutnya, hingga kini belum ada vaksin maupun pengobatan yang disetujui secara resmi untuk strain Ebola tersebut. Sementara itu, situasi wabah di RD Kongo juga disebut menunjukkan tanda-tanda memburuk.

Karena itu, sejumlah negara mulai memperketat pengawasan terhadap pelancong dari wilayah berisiko tinggi, termasuk Thailand.

Thailand kini meningkatkan pemeriksaan terhadap seluruh pelancong yang datang dari zona terdampak Ebola.

Hingga 22 Mei, Thailand mencatat ada 10 pelancong yang tiba dari wilayah terdampak Ebola. Sebanyak delapan orang berasal dari Uganda dan dua lainnya dari RD Kongo.

Seluruh pelancong tersebut telah menjalani pemeriksaan saat tiba dan tidak ditemukan gejala Ebola. Meski begitu, otoritas kesehatan tetap mewajibkan mereka berada dalam pengawasan dan melaporkan kondisi kesehatan secara berkala selama 21 hari.

Dr Montien juga mengimbau warga Thailand yang berencana bepergian ke negara dengan status zona penyakit menular berbahaya, khususnya RD Kongo dan Uganda, untuk memantau perkembangan situasi dan menghindari perjalanan yang tidak mendesak.

Bagi warga yang tetap harus bepergian, ia meminta agar seluruh anjuran kesehatan dipatuhi secara ketat.

Ia juga mengingatkan siapa pun yang baru kembali ke Thailand dan mengalami demam atau gejala tidak biasa, agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan serta memberi tahu riwayat perjalanan kepada dokter.

Thailand Tetapkan Aturan Karantina Ketat

Dr Montien menjelaskan DDC telah mengusulkan pedoman terkait isolasi, karantina, dan pengawasan bagi pelancong dari negara yang ditetapkan sebagai zona penyakit menular berbahaya akibat Ebola.

Usulan itu kemudian dibahas dalam komite teknis di bawah Undang-Undang Penyakit Menular pada 22 Mei. Hasilnya, komite menyepakati empat langkah utama.

Pelancong dari Uganda yang tidak menunjukkan gejala akan berada di bawah pengawasan ketat. Mereka juga wajib melapor kepada petugas pengendalian penyakit menular setidaknya selama 21 hari.

Sementara itu, pelancong dari RD Kongo wajib menjalani karantina di fasilitas yang telah ditentukan minimal selama 21 hari, meski tidak memiliki gejala apa pun. Kebijakan ini diambil karena RD Kongo dinilai memiliki risiko penyebaran wabah yang lebih tinggi.

Selain itu, pelancong dari Uganda atau RD Kongo yang menunjukkan gejala mirip Ebola, akan langsung diisolasi di fasilitas medis khusus setidaknya selama 21 hari.

DDC menyebut akan terus memantau perkembangan wabah Ebola untuk menentukan apakah langkah-langkah yang diterapkan perlu diperketat atau disesuaikan.

Departemen tersebut juga tengah bersiap berdiskusi dengan Kementerian Luar Negeri Thailand, guna mempertimbangkan rekomendasi dari sisi hubungan luar negeri.

Pembahasan itu dilakukan agar kebijakan pencegahan Ebola di Thailand tetap sesuai dengan situasi global dan dapat diterapkan secara efektif.

"Departemen Pengendalian Penyakit menegaskan bahwa Thailand siap untuk melakukan operasi pengawasan, pencegahan, dan respons terhadap keadaan darurat kesehatan masyarakat," kata Dr Montien, dikutip dari The Straits Times.

Ia menambahkan langkah-langkah penanganan akan terus disesuaikan mengikuti perkembangan situasi demi menjaga kepercayaan publik dan keamanan kesehatan masyarakat.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Waspada Ebola, Thailand Berlakukan Karantina Ketat untuk Pelancong dari Kongo"