Hagia Sophia

20 June 2026

Wanita Ini Ketahuan Idap Kanker Ovarium Stadium 4 Setelah 10 Kali Periksa

Foto: Ilustrasi kanker ovarium (Getty Images/iStockphoto/Chinnapong)

Seorang ibu berusia 37 tahun di Stratford, Inggris, mengidap kanker ovarium. Sebelum didiagnosa kanker, dia sudah berusaha memeriksakan diri ke dokter, namun dianggap terlalu sehat dan muda untuk mengidap penyakit serius.

Dikutip dari New York Post, Lydia Southam telah mengunjungi dokter umum sebanyak 10 kali karena merasakan beberapa keluhan, seperti menstruasi yang berat, perut kembung, dan susah buang air kecil. Namun, kekhawatirannya diabaikan.

Ia baru menjalani tes mendesak dua tahun kemudian setelah seorang dokter menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Lydia dirujuk ke rumah sakit pada Juni 2023 dan didiagnosis mengidap jenis kanker ovarium langka Low-grade Serious Ovarian and Peritoneal Cancer (LGSOC) stadium 4..

"Saya dengan naif mempercayai mereka. Saya relatif bugar dan sehat. Saya masih pergi ke gym dan melakukan semuanya seperti biasa.

"Sebagai seorang wanita, Anda hanya disuruh mengatasi gejala-gejala ini, Anda harus tabah menghadapinya. Karena dokter umum tidak khawatir, saya pun tidak khawatir," ujarnya.

Lydia pertama kali menyadari perubahan pada tubuhnya pada 2021. Ia merasakan menstruasi yang semakin deras.

Selama kehamilan, rasa sakitnya semakin memburuk. Ada benjolan di perutnya, tetapi dokter mengatakan hal itu disebabkan oleh kehamilan.

"Saya datang dengan rasa sakit yang hebat dan merasa bayi itu tidak punya ruang. Saya mengatakan rasanya dia tidak punya ruang untuk bergerak.

Setelah itu, saya mengalami gejala seperti sering buang air kecil, nyeri, dan kembung," katanya.

Meski merasakan gejala-gejala tersebut, Lydia tidak langsung memeriksakan diri ke dokter. Namun, beberapa bulan kemudian muncul beberapa bintik di sisi kanan perutnya.

"Lalu saya kembali lagi ketika menemukan benjolan yang tampak seperti hernia di perut saya. Mereka hanya mengatakan itu hernia, tidak melakukan pemindaian, dan menjadwalkan operasi untuk saya," tuturnya.

Benjolan tersebut muncul semakin banyak, tetapi dokter terus menenangkannya.

"Lalu saya kembali lagi dan menemukan benjolan di selangkangan saya. Saya merasa ada sesuatu yang tidak beres. Saya tahu ada yang salah dan akhirnya pergi ke sana sekitar 10 kali.

Akhirnya saya kembali ke dokter umum, tetapi kali ini saya bertemu dokter perempuan yang menyadari ada sesuatu yang tidak beres," lanjutnya.

Lydia mendesak pemeriksaan lebih lanjut setelah berulang kali diberi tahu bahwa kanker ovarium tidak mungkin terjadi.

Dokter mengatakan bahwa kanker ovarium biasanya dialami oleh wanita yang lebih tua, sedangkan Lydia dianggap terlalu muda dan sehat.

Ia kemudian menemui dokter yang melakukan biopsi lebih lanjut pada benjolan-benjolan tersebut. Ternyata, benjolan itu merupakan kanker ovarium stadium 4B tingkat rendah.

"Sejujurnya, itu mengerikan," katanya.

Lydia menjalani histerektomi total, pengangkatan limpa, sebagian usus, sebagian pusar, dan sebagian diafragma.

Setelah diizinkan pulang, Lydia menjalani sesi kemoterapi hingga dinyatakan sembuh total. Kini, Lydia berkampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang LGSOC.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Wanita 37 Tahun Ini Idap Kanker Ovarium Stadium 4, Baru Ketahuan Usai 10 Kali Periksa"