Hagia Sophia

20 June 2026

Beberapa Penyebab yang Membuat Jantung Berdetak Kencang

Foto: Ilustrasi jantung (Getty Images/Remains)

Palpitasi adalah istilah yang merujuk pada perasaan jantung berdebar kencang, bergetar, atau berdenyut hebat. Meski jantung berdebar bisa mengkhawatirkan, biasanya kondisi ini tidak berbahaya.

Ada beberapa penyebab yang bisa menyebabkan jantung berdetak kencang. Ketahui kapan harus mewaspadai gejala palpitasi.

Penyebab Jantung Berdetak Kencang

Dokter spesialis jantung dr Deddy Hermawan Susanto, SpJP(K) mengatakan bahwa jantung berdebar bisa terjadi dalam kondisi tertentu, seperti saat bangun tidur. Penyebabnya bisa karena pengaruh stimulan hingga masalah hormonal.

"Bisa karena konsumsi kopi, kafein yang berlebih, bisa karena faktor lain dari psikis juga bisa," kata dr Deddy kepada detikcom beberapa waktu lalu.

"Atau dari masalah gangguan hormon tiroid, karena peningkatan hormon tiroid juga bisa menyebabkan jantung berdebar lebih cepat, lalu beberapa kondisi tertentu misal rangsangan saraf simpatis yang tinggi," lanjutnya.

Jantung berdetak kencang juga bisa disebabkan karena olahraga, anemia, dehidrasi, hingga konsumsi obat-obatan. Selain itu, dikutip dari laman Cleveland Clinic, di antara penyebab lainnya adalah:
  • Kecemasan, sebagai bagian dari reaksi tubuh terhadap perasaan cemas atau panik
  • Asupan makanan, konsumsi makanan pedas atau berlemak bisa menyebabkan jantung berdebar setelahnya.
  • Posisi tidur, dalam keadaan miring dapat meningkatkan tekanan dalam tubuh yang dapat menyebabkan jantung berdebar-debar.
  • Kehamilan, saat hamil, detak jantung dan jumlah darah yang beredar di seluruh tubuh meningkat, sehingga jantung berdebar menjadi hal umum yang terjadi pada wanita hamil.
  • Hormon tiroid, terlalu banyak atau terlalu sedikit dari hormon ini bisa menyebabkan jantung berdetak kencang
Dikutip dari laman Mayo Clinic, jantung berdetak kencang juga bisa menjadi tanda masalah serius seperti irama jantung yang tidak teratur (aritmia). Kondisi ini bisa menyebabkan detak jantung yang sangat cepat (takikardia), detak jantung yang luar basa lambat (bradikardia), detak jantung yang berbeda dari irama jantung normal, atau kombinasi dari ketiganya.

Kapan Harus Waspada?

Jantung berdetak kencang yang jarang terjadi atau hanya berlangsung beberapa detik biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika memiliki riwayat penyakit jantung dan sering mengalami jantung berdebar, bisa segera periksakan diri ke dokter.

Mungkin diperlukan tes pemantauan jantung untuk melihat apakah jantung berdebar tersebut disebabkan karena masalah jantung yang lebih serius. Segera dapatkan pertolongan medis jika jantung berdebar disertai dengan:
  • Rasa tidak nyaman atau nyeri di dada
  • Pusing parah
  • Sesak napas parah
  • Pingsan
Pemeriksaan Apa Saja yang Dapat Dilakukan?

Penyedia layanan kesehatan akan melakukan pemeriksaan fisik dan mendengarkan detak jantung dengan stetoskop. Pemeriksaan juga dilakukan untuk mencari tanda-tanda kondisi medis yang menyebabkan jantung berdetak kencang, seperti pembengkakan kelenjar tiroid.

Jika dokter menduga kondisi ini berhubungan dengan penyakit jantung, beberapa tes yang mungkin dilakukan di antaranya:

Elektrokardiogram (EKG)
EKG adalah tes untuk mengukur aktivitas listrik jantung menggunakan tempelan perekat (elektroda) di dada dan terkadang di lengan dan kaki. EKG menunjukkan apakah jantung berdetak terlalu cepat, lambat, atau tidak berdetak sama sekali.

Holter monitoring
Holter monitoring adalah pemantauan menggunakan perangkat EKG portabel yang digunakan selama sehari atau lebih untuk merekam denyut dan irama jantung. Alat ini digunakan untuk mendeteksi palpitasi jantung yang tidak ditemukan selama pemeriksaan EKG biasa.

Ekokardiogram
Ekokardiogram atau disebut juga USG jantung merupakan pemeriksaan non-invasif dengan gelombang suara untuk membuat gambar bergerak dari jantung berdetak. Tes ini menunjukkan aliran darah dan masalah pada struktur jantung.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Penyebab Jantung Berdetak Kencang dan Kapan Harus Mulai Waspada"