![]() |
| Foto: Ilustrasi urine (Getty Images/herraez) |
Urine berfungsi dalam membantu membuang limbah dan kelebihan air yang tidak dibutuhkan tubuh. Peningkatan protein, gula, dan sel darah bisa mengubah warna urine dan membuatnya tampak lebih gelap.
Namun, terkadang, perubahan warna urine juga bisa menandakan bahwa ginjal tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ketahui warna urine seperti apa yang perlu diwaspadai.
Urine bisa mengindikasikan kondisi kesehatan. Berikut beberapa warna urine beserta kemungkinan penyebabnya:
Warna Kuning Jernih-Gelap
Dikutip dari laman National Kidney Foundation, warna kuning jernih menunjukkan bahwa tubuh terhidrasi dengan baik: sementara, warna kuning gelap menandakan kemungkinan tubuh kurang air atau dehidrasi.
"Warna urine normal dapat bervariasi dari kuning jerami hingga kuning tua, tergantung pada seberapa banyak air yang Anda minum. Jika Anda mengalami dehidrasi, seperti setelah berolahraga di bawah sinar matahari, ginjal menyerap lebih banyak air dari urine dan mengembalikannya ke tubuh untuk menjaga keseimbangan air. Oleh karena itu, pigmen yang biasanya ada dalam urine menjadi terkonsentrasi, sehingga warnanya menjadi kuning tua," kata Direktur Utama Nefrologi & Transplantasi Ginjal Fortis Escorts, Dr Ajit Singh Narula, dikutip dari laman Hindustan Times.
Senada, dokter spesialis penyakit dalam dr Djoko Wibisono, SpPD KGH juga menjelaskan bahwa warna urine yang yang pekat bisa disebabkan karena kurangnya cairan.
"Urine kadang bisa kuning atau pekat karena banyak faktor. Katakanlah kita banyak olahraga, banyak berkeringat tapi kurang asupan cairan. Nah itu urinenya bisa pekat seperti teh," jelas dr Djoko pada detikcom beberapa waktu lalu.
Kendati demikian, urine yang bening juga belum tentu sehat. Diperlukan uji laboratorium untuk mendeteksi kemungkinan adanya sel darah merah atau protein dalam urine. Jika ada sel darah merah dan protein pada urine, kemungkinan fungsi ginjal terganggu.
Selain itu, penyakit kuning, obat-obatan seperti vitamin B kompleks, fenazopirin yang digunakan untuk mengobati nyeri pada infeksi saluran kemih juga bisa mengubah warna urine menjadi kuning tua atau oranye.
"Pemeriksaan urine adalah salah satu tes fungsi ginjal yang paling penting dan mendasar," katanya.
![]() |
| Urine color chart. Foto: Getty Images/Tatiana Sidenko |
Warna Urine Kemerahan-Coklat Tua
Jika berubah menjadi warna merah muda atau merah tua mungkin hal itu menunjukkan hematuria atau darah dalam urine. Warna-warna ini merupakan tanda kerusakan ginjal. Dikutip dari laman My Kidney Disease Team, unit penyaring ginjal atau glomeruli biasanya menghentikan zat-zat lebih besar agar tidak keluar dari tubuh. Glomeruli yang rusak memungkinkan sel darah merah melewatinya, sehingga urine tampak gelap.
"Terkadang, urine mungkin berwarna kemerahan karena pendarahan internal di saluran kemih, misalnya, karena batu, keganasan, atau infeksi. Urine juga bisa berwarna kemerahan dalam kasus penyakit glomerulus primer yang disebut glomerulonefritis," kata Dr Mohit Khirbat, Konsultan Nefrologi, Rumah Sakit CK Birla, Gurugram.
Sementara itu, menurut ahli bedah urologi Dr Nipun AC, warna merah dan coklat tua tidak boleh diabaikan sebab bisa menjadi tanda pertama kanker kandung kemih dan ginjal. Penyebab lainnya bisa berupa batu ginjal dan infeksi saluran kemih.
Urine Berbusa Juga Perlu Diwaspadai
Tak hanya warna, urine yang berbusa atau berbuih juga harus diwaspadai. Gelembung yang berlebihan dalam urine bisa mengindikasikan adanya protein dalam urine yang menjadi tanda awal penyakit ginjal. Untuk itu, penting untuk melakukan pemeriksaan.
"Urine keruh atau berbusa perlu diperhatikan karena dapat menjadi tanda penyakit ginjal atau kondisi kandung kemih. Konsumsi air berlebihan dapat menyamarkannya, tetapi harus diselidiki untuk menyingkirkan penyebabnya," kata Dr Nipun.
Tanda-tanda Kerusakan Ginjal
Tak hanya dari urine, ada beberapa tanda dari kerusakan ginjal. Meski demikian gejalanya seringkali tidak terdeteksi, terlebih jika derajat kerusakannya masih di tahap awal.
dr Djoko mengatakan biasanya tanda atau gejala rusak baru terlihat dengan jelas jika sudah mencapai derajat lima. Beberapa tanda yang akan muncul di antaranya:
- Bengkak di banyak area tubuh, seperti kelopak mata, tungkai, pergelangan kaki, punggung kaki, paha, perut buncit karena cairan, hingga seluruh tubuh. Hal ini karena tubuh tidak bisa membuang natrium dengan baik.
- Mual, salah satu alasannya adalah penumpukan racun
- Sesak napas, sebab kurangnya hormon eritroprotein yang memberi sinyal pada tubuh untuk memproduksi sel darah merah atau penumpukan cairan.
- Gatal-gatal, karena tubuh tidak bisa membuang racun, sehingga menumpuk dalam darah.
- Pucat, mungkin berkaitan dengan anemia yang bisa berkembang saat ginjal tidak berfungsi dengan baik.
- Kulit kering, kulit bisa menjadi kasar dan bersisik hingga terasa kencang
Pemeriksaan Urine untuk Mengetahui Kesehatan Ginjal
Urinalisis merupakan pemeriksaan air urine untuk mendeteksi masalah kesehatan seperti infeksi dan masalah ginjal. Dengan tes ini, jika ada penyakit ginjal yang terdeteksi, maka pengobatan bisa dilakukan dengan lebih baik.
Pemeriksaan urine dilakukan menggunakan stik plastik tipis dengan strip bahan kimia di atasnya. Stik akan dicelupkan ke dalam cangkir plastik berisi sampel air urine. Nantinya strip akan berubah warna jika suatu zat ada di atas kadar normal.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Cek Urine Sekarang! Jika Berwarna Seperti Ini, Bisa Jadi Tanda Ginjal Rusak"

