![]() |
| Foto: Ilustrasi nyeri dada (Getty Images/laddawan punna) |
Kolesterol tinggi sering kali dijuluki sebagai silent killer alias pembunuh senyap. Sebab, seseorang bisa saja memiliki kadar kolesterol yang sangat tinggi di dalam aliran darah saat ini, tapi tubuh tetap terasa benar-benar sehat.
Tidak ada keluhan nyeri dada, tidak ada sesak napas, ataupun tanda peringatan lain pada tubuh. Kolesterol tinggi bekerja secara diam-diam, menebalkan pembuluh darah arteri, menyumbat alirannya, hingga akhirnya memicu serangan jantung atau stroke di kemudian hari.
Sayangnya, kondisi ini baru disadari saat dampaknya sudah fatal. Padahal, tubuh biasanya memberikan tanda-tanda samar jika kadar kolesterol sudah mulai naik melebihi batas. Berikut beberapa tanda-tanda samar yang bisa muncul di tubuh akibat kolesterol tinggi.
Intai Usia Muda, Jangan Anggap Remeh
Jangan berpikir bahwa kolesterol tinggi hanya menjadi masalah bagi lansia. Data terbaru dari National Health and Nutrition Examination Survey menunjukkan sekitar 11,3 persen orang dewasa usia 20 tahun ke atas di Amerika Serikat mengidap kolesterol tinggi. Artinya, ada hampir 25 juta orang yang hidup dengan kadar kolesterol di atas 240 mg/dL.
Meskipun risikonya melonjak pada usia 40 hingga 50 tahun, anak muda usia 20-an dan 30-an tahun kini harus ekstra waspada. Dokter spesialis jantung dari Max Super Speciality Hospital Noida, India, dr Ashish Kumar Govil, mewanti-wanti bahwa pembentukan kolesterol sering kali dikaitkan dengan penuaan, padahal proses penyumbatannya bisa dimulai jauh lebih awal.
"Kolesterol bisa mulai menumpuk di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala yang terlihat, sampai akhirnya menyebabkan kondisi serius seperti penyakit jantung atau stroke. Karena alasan ini, sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui kadar kolesterol mereka sedini mungkin," terang dr Govil dikutip dari Times of India.
'Cincin' di Lingkaran di Sekitar Mata
Salah satu tanda kolesterol tinggi yang jarang diketahui ternyata bisa dilihat langsung melalui mata. Cobalah berkaca dan perhatikan bagian kornea atau lingkaran berwarna pada mata (iris).
Jika melihat adanya lingkaran atau cincin berwarna putih keabu-abuan, kondisi ini disebut sebagai corneal arcus. Ini adalah salah satu tanda peringatan nyata bahwa kadar kolesterol di dalam tubuh sudah menumpuk.
Secara medis, corneal arcus terjadi karena kolesterol dan lipoprotein bocor dari pembuluh darah mata dan mengendap di kornea. Endapan ini didominasi oleh low-density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat.
Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam Journal of Translational Medicine, orang berusia di bawah 50 tahun yang memiliki tanda ini menunjukkan risiko penyakit jantung koroner yang jauh lebih tinggi. Jika masih muda dan menemukan lingkaran ini di mata, jangan diabaikan dan segera lakukan pemeriksaan.
Benjolan Lemak di Kulit
Selain pada mata, tanda fisik lain yang bisa diwaspadai adalah munculnya xanthoma. Ini adalah benjolan kecil berwarna kekuningan yang terasa kencang di bawah kulit. Biasanya, benjolan berisi penumpukan kolesterol ini muncul di beberapa area tubuh, seperti:
- Kelopak mata (xanthelasma)
- Siku
- Lutut
- Tendon Achilles (area tumit belakang)
Banyak orang keliru dan mengira benjolan ini hanyalah masalah kulit biasa atau jerawat. Padahal, ini adalah tanda bahwa kolesterol sudah tidak tertampung lagi di dalam darah sehingga menumpuk di jaringan kulit.
Apa Pemicu Kolesterol Tinggi?
Dr Govil memaparkan bahwa pada kelompok usia produktif, pemicu utama dari kolesterol tinggi sering kali berkaitan erat dengan pilihan gaya hidup sehari-hari, di antaranya:
- Konsumsi makanan olahan (*processed food*) dan tinggi lemak secara berlebihan
- Kurangnya aktivitas fisik alias malas gerak (mager)
- Kebiasaan merokok
- Stres berat yang tidak terkelola
Selain faktor perilaku, kondisi medis lain seperti obesitas, diabetes tipe 2, serta faktor riwayat keluarga (genetik) juga ikut meningkatkan risiko. Jika orang tua memiliki riwayat kolesterol tinggi, maka wajib jauh lebih waspada.
Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala
Ketika tubuh mulai merasakan gejala seperti mudah lelah, sesak napas, atau nyeri dada ringan, itu tandanya pembuluh darah sudah mengalami penyumbatan yang cukup parah. Menunggu sampai gejala-gejala ini muncul adalah langkah yang terlambat karena kerusakan pembuluh darah sudah terjadi selama bertahun-tahun.
Satu-satunya cara pasti untuk mengetahui kadar kolesterol di dalam tubuh adalah melalui pemeriksaan darah atau tes profil lipid. Tes ini akan mengukur kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat), HDL (kolesterol baik), dan trigliserida.
Maka dari itu, para ahli menyarankan orang dewasa sehat untuk melakukan skrining kolesterol setidaknya setiap 4 hingga 6 tahun sekali, dimulai sejak usia 20 tahun. Tetapi, jika memiliki faktor risiko di atas, hobi mager, atau melihat adanya tanda fisik pada mata dan kulit, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Jangan Tunggu Nyeri Dada! Ini Tanda Awal Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan"
