![]() |
| V BTS. (Foto: Getty Images) |
Kabar kurang menyenangkan datang dari salah satu personel BTS, V. Pemilik nama asli Kim Taehyung ini terpaksa harus menegur keras para penggemar ekstrem atau sasaeng yang nekat mendatangi hotel tempatnya menginap, selama rangkaian tur dunia "ARIRANG".
Dikutip dari Korea Times, aksi nekat tersebut dinilai telah mengacaukan penampilannya di atas panggung, akibat privasi dan waktu istirahatnya yang terganggu parah.
Melalui platform Weverse, V menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat yang diberikan. Tetapi, ia mendesak agar para penggemar menghormati area penginapan pribadinya.
Untuk membuktikan betapa kelelahan tubuhnya sudah di ambang batas, V bahkan membagikan tangkapan layar dari alat pelacak tidurnya atau sleep tracker.
Data medis tersebut menunjukkan fakta memprihatinkan, bahwa V hanya sempat beristirahat selama 2 jam 27 menit. Di dalamnya hanya mencakup 21 menit tidur REM (Rapid Eye Movement) dan 37 menit tidur nyenyak (deep sleep).
Bahaya Kurang Tidur bagi Tubuh dan Kesehatan Mental
Secara medis, kondisi kurangnya waktu tidur atau sleep deprivation seperti yang dialami V BTS sangat berbahaya bagi tubuh, terlebih untuk seorang idola dengan beban aktivitas fisik yang luar biasa tinggi.
Orang dewasa sehat idealnya membutuhkan waktu tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam. Saat seseorang kekurangan waktu tidur nyenyak dan tidur REM, otak tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk melakukan proses pemulihan sel-sel yang rusak serta mengonsolidasikan memori.
Dampaknya bisa memicu penurunan fungsi kognitif secara drastis, hilangnya konsentrasi, respons motorik yang melambat, hingga gangguan emosional seperti stres dan kecemasan.
Dalam jangka panjang, saat seseorang kelelahan dan dipaksakan beraktivitas berat dapat memicu penurunan sistem imun, gangguan irama jantung, hingga risiko pingsan akibat exhaustion atau kelelahan di atas panggung.
Waktu Normal REM Sleep dan Deep Sleep
Dikutip dari laman Healthline, manusia mengalami dua jenis tidur dalam setiap siklus, yakni satu tahap gerakan mata cepat atau Rapid Eye Movement (REM) dan tiga tahap gerakan mata tidak cepat atau non-rapid eye movement (NREM).
NREM ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tidur ringan (N1), tidur nyenyak (N2), tidur lebih nyenyak atau deeper sleep (N3). Setiap siklus berlangsung sekitar 90-110 menit.
Tahapan REM pertama singkat. Tetapi seiring berjalannya tidur, durasinya menjadi lebih lama dibandingkan dengan NREM. Berapa banyak fase REM yang dibutuhkan?
Sejauh ini, tidak ada kesepakatan resmi tentang berapa banyak tidur REM yang dibutuhkan. Tetapi, tahap ini penting untuk bermimpi dan para ahli percaya bahwa bermimpi membantu Anda memproses emosi.
Bagi sebagian besar orang dewasa, REM memakan sekitar 25 persen dari waktu tidur, yang tampaknya sehat selama siklus tidur rata-rata.
Lalu, berapa banyak waktu deep sleep atau tidur nyenyak yang ideal?
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan orang dewasa berusia 18-60 tahun untuk menargetkan setidaknya 7 jam tidur per malam. Sekitar 25 persen dari waktu tersebut harus berupa tidur nyenyak.
Jadi, jika tidur selama 7-8 jam, waktu yang dihabiskan dalam tidur terdalam seharusnya sekitar 105-120 menit atau satu setengah hingga dua jam.
Namun, seiring bertambahnya usia, seseorang akan membutuhkan lebih sedikit tidur terdalam ini dan menghabiskan lebih banyak waktu di N2. Selama tidur terdalam, berbagai fungsi terjadi, termasuk:
- Relaksasi otot
- Peningkatan suplai darah ke otot
- Perlambatan detak jantung dan pernapasan
- Pertumbuhan dan perbaikan jaringan
- Pelepasan hormon penting
Tanpa tidur terdalam, fungsi-fungsi ini tidak dapat terjadi. Hal ini membuat seseorang mungkin mulai mengalami gejala kurang tidur.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "V BTS Curhat Cuma Tidur 2,5 Jam gegara Sasaeng, Bisa Begini Dampaknya ke Kesehatan"
