Hagia Sophia

10 January 2023

Subvarian Omicron XBB.1.5 Bisa Picu Gelombang Baru COVID-19

Foto: Getty Images/loops7

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini khawatir dengan kemunculannya COVID-19 Varian 'Kraken' atau nama sebutan dari subvarian Omicron XBB.1.5. Pasalnya, subvarian Omicron baru ini diketahui menyebar dengan cepat dan paling menular dibandingkan subvarian lainnya. Bahkan membuat peningkatan kasus COVID-19 yang pesat di Amerika Serikat.

Koordinator Tanggap COVID-19 Gedung Putih Amerika Serikat juga melaporkan bahwa subvarian ini awalnya menyumbang 4 persen kasus di negara tersebut, kemudian meningkat menjadi 40 persen dalam beberapa minggu.

"Ini adalah subvarian yang paling menular yang telah terdeteksi," kata pemimpin teknis COVID-19 WHO, Maria Van Kerkhove, dikutip dari Fortune Well, Senin (9/1/2023).

Adapun strain Omicron baru XBB.1.5, dijuluki 'Kraken' di Twitterverse oleh profesor biologi Kanada Dr. Ryan Gregory, karena berpotensi menyebabkan gelombang COVID besar berikutnya. Hal tersebut karena varian 'Kraken' ini memiliki sifat "escape strain" atau menghindari imunitas dan penularannya yang sangat tinggi dibandingkan varian maupun subvarian lainnya.

"Karena XBB.1.5 telah dengan cepat menggantikan varian lain," kata Van Kerkhove.

Di samping itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga melaporkan, COVID-19 varian 'Kraken' ini sudah merebak di 25 negara lainnya, selain Amerika Serikat dan Inggris. Karenanya, ia mengimbau setiap negara untuk berhati-hati terhadap subvarian Omicron ini.

"Di luar China, salah satu sub varian Omicron yang awalnya terdeteksi pada Oktober 2022 adalah XBB.1.5, rekombinan dari dua subvarian Omicron BA.2. Itu sedang meningkat di AS dan Eropa dan sekarang telah diidentifikasi di lebih dari 25 negara," dikutip dari Twitter WHO.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "WHO Wanti-wanti COVID Varian Kraken Sangat Menular, Bisa Picu Gelombang Baru"