Hagia Sophia

26 June 2023

Cerita Dokter Tangani Jemaah yang Alami Serangan Jantung Saat Tawaf

Ilustrasi jemaah haji. (Foto: Rahmayoga Wedar)

Jemaah haji usia lanjut (lansia) asal Indonesia ditemukan di sekitar area Mataf, tempat tawaf lantai dasar sedang mengeluh karena rasa sakit yang menyerang ulu hatinya. Saat itu menunjukkan pukul 23.15 waktu Arab Saudi, dr Lebriandy dan dr Sarah menemukkan jemaah berusia 75 tahun asal Batam.

Kedua dokter yang dalam Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH) langsung memberikan pertolongan pertama pada jemaah. Namun, setelah diberikan obat pereda nyeri, jemaah masih berkeringat dingin dan tetap merasa bahwa dadanya terasa sakit dan nyeri.

Berdasarkan kondisi yang tidak kunjung membaik, kedua dokter langsung bergegas untuk mengevakuasi jemaah ke klinik Masjidil Haram. Di sana, pasien langsung dirujuk ke Ajyad Hospital.

Namun, Ajyad Hospital juga tidak bisa memberikan penanganan kepada pasien. Hal ini dikarenakan alat medis yang kurang lengkap. Pada akhirnya, pasien dikirim ke RS King Abdullah sekitar pukul 23.50 WAS.

"Kami saat itu memang berkejaran dengan waktu yang genting. Sebab, ini berkaitan dengan nyawa manusia yang terkena serangan jantung," kata dr Lebri dalam keterangannya yang dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), Minggu (25/6/2023).

Setelah melalui pemeriksaan, diketahui bahwa pasien mengalami STEMI Extensive Anterior Wall sehingga harus melakukan primary PCI. Kondisinya ini terjadi akibat otot jantung yang rusak menimbulkan penyumbatan di pembuluh darah arteri koroner jantung.

"Sehingga dibutuhkan tindakan pemasangan ring jantung oleh dokter jantung dengan tujuan untuk membuka sumbatan plaque pembuluh darah koroner jantung tersebut agar jantung bisa berfungsi normal kembali," ungkap dr Lebri.

"Kondisi semacam ini menuntut penanganan cepat. Petugas dan tim dokter berpacu dengan waktu. Sebab, semakin cepat didiagnosa dan ditangani, semakin besar kemungkinan pasien bisa selamat dan mengurangi angka morbiditas dan mortalitas pasien," sambungnya.

Menurut dr Lebri, jemaah 75 tahun ini diketahui memiliki riwayat diabetes melitus, hipertensi, dan sering merokok. Bahkan, saat melakukan perawatan jantung di RS King Abdullah, pasca-pasang ring jantung, pasien sempat mengalami henti denyut nadi sehingga harus dilakukan CPR dan DC shock.

"Alhamdulillah, atas ikhtiar yang dilakukan, Allah mentakdirkan pasien bisa ditangani dengan baik. Saat ini keadaan umum pasien stabil dan rencana akan rawat jalan mulai besok," pungkasnya.

Perlu diingat, salah satu tanda terjadinya serangan jantung adalah rasa sakit seperti maag di ulu hati. Maka dari itu, kondisi ini jangan dianggap remeh dan segera laporkan ke petugas.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Cerita Dokter Tangani Jemaah Haji asal Batam yang Serangan Jantung saat Tawaf"