Hagia Sophia

29 August 2023

Imbas dari Polusi Udara yang Meningkat, Ini Dampaknya Dalam Jangka Panjang

Polusi udara di DKI. (Foto: Pradita Utama)

Jabodetabek masih belum 'bebas' dari polusi udara tinggi, warga dibuat resah. Pasalnya, efek jangka panjang perlu diwaspadai lantaran salah satunya bisa memicu kanker paru-paru.

Spesialis patologi anatomi dr Didik Setyo Heriyanto, PhD, SpPA menjelaskan bahwa meskipun tidak bisa dibilang sebagai satu-satunya pemicu, polusi terbukti berkaitan dengan kanker paru-paru.

"Jadi, ada sebuah akumulasi partikel yang sifatnya itu benda asing. Ketika dia itu mengendap dalam tubuh kita, dianggap benda asing misalnya, dia akan meng-induce reaksi tubuh kita untuk berusaha menolak, jadi proses peradangan," ungkap dr Didik saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (26/08/2023).

Partikel-partikel polutan yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, industri, dan faktor-faktor lainnya terus terhirup oleh warga setiap hari. Tingkat peradangan yang terjadi dalam tubuh akibat paparan berkepanjangan polusi udara memicu rusaknya sel-sel.

Dalam kasus ekstrem, peradangan berkelanjutan ini dapat berkontribusi pada perkembangan kanker, termasuk kanker paru-paru.

"Peradangan yang terus menerus ini akan memicu sebuah proses tubuh kita (yang harusnya) untuk mengobati, tetapi nggak bisa. Maka akan timbul salah satunya adalah kanker," pungkas dr Didik.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Warga DKI dan Sekitarnya Dibayangi Risiko Kanker Paru Imbas Polusi Gila-gilaan"