Hagia Sophia

23 April 2024

Pria yang Terinfeksi COVID-19 613 Hari, Virusnya Bermutasi 50 Kali di Tubuhnya

Ilustrasi pasien COVID. (Foto: Getty Images/Tempura)

Kasus langka dialami seorang pria berusia 72 tahun di Belanda. Dia terinfeksi COVID-19 selama 613 hari sebelum meninggal karena penyakit tersebut.

"Ini adalah waktu terlama seseorang terinfeksi virus ini," kata para peneliti dalam jurnal yang dipublikasikan di Clinical Microbiology and Infectious Diseases ini.

Pasien tersebut, yang telah mengidap penyakit darah sebelum tertular COVID, sistem kekebalannya gagal memproduksi cukup sel darah putih atau antibodi untuk melawan virus meskipun telah menerima vaksin berkali-kali.

Meskipun kebanyakan orang dapat sembuh dari virus corona dalam beberapa minggu, upaya apa pun yang dilakukan oleh para profesional medis untuk membantu menyembuhkan pasien ini dari virus tersebut tidak berhasil.

Dokter dengan cepat menemukan bahwa tubuhnya menjadi kebal terhadap Sotrovimab, antibodi monoklonal untuk pengobatan awal COVID-19, setelah melakukan lebih dari puluhan swab hidung dan tenggorokan saat mereka mencari pengobatan untuknya.

Mereka juga menemukan bahwa pengembangan antibodi spike pada bulan pertama sangat minim dan mereka segera menyadari bahwa sistem kekebalan pasien tidak mampu membasmi virus. Pasien tersebut meninggal di rumah sakit pada musim gugur tahun 2023 karena sistem kekebalannya yang lemah dan kelainan darah yang mendasarinya.

Para peneliti juga menemukan bahwa virus tersebut telah bermutasi hampir 50 kali saat bercokol di tubuhnya dan akhirnya menciptakan varian yang sangat bermutasi. Bahkan pria itu memiliki varian mutasi 'super' yang mengganggu kekebalannya.

"Tidak ada tanda-tanda bahwa varian mutasi mirip Frankenstein menginfeksi orang lain," tandas peneliti.




 





















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pria Terinfeksi COVID 613 Hari, Diserang 50 Mutasi 'Super' Sebelum Meninggal"