![]() |
| Foto ilustrasi: Getty Images/pepifoto |
BPJS Kesehatan menyoroti kasus gagal ginjal yang banyak ditemukan pada kelompok usia muda. Analis Kebijakan Penjaminan Manfaat Rujukan Pratama BPJS Kesehatan, Tiffany Monica, mengatakan data klaim menunjukkan pasien ada yang berusia belasan hingga 20-an tahun.
"Di angka belasan tahun, 20 tahun, usia-usia muda produktif, ini di data klaim BPJS Kesehatan tercatat sudah mengalami gagal ginjal," bebernya saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).
Lebih lanjut, Tiffany menjelaskan kasus gagal ginjal ini tercatat pada pasien dengan berbagai tahap gangguan ginjal. Mulai dari stadium menengah hingga stadium lanjut.
Meski begitu, BPJS Kesehatan mencatat sebagian besar pasien gagal ginjal masih berasal dari kelompok usia yang lebih tua. Kasus ini juga banyak ditemukan pada pasien laki-laki dengan rentang usia 50-60 tahun.
Data tersebut berasal dari klaim layanan kesehatan yang tercatat dalam sistem BPJS Kesehatan sepanjang 2025.
Namun, munculnya kasus pada usia produktif menjadi perhatian. Sebab, itu menunjukkan penyakit ginjal dapat terjadi pada kelompok usia yang lebih muda.
Tak hanya itu, pembiayaan penanganan penyakit gagal ginjal di sepanjang 2025 sudah mencapai Rp13 triliun. Angka tersebut menjadikan gagal ginjal sebagai penyakit dengan pembiayaan tertinggi kedua, setelah penyakit jantung yang mencapai sekitar Rp17 triliun.
Berdasarkan data yang ada, pasien gagal ginjal tercatat sebanyak 640 ribu jiwa.
"Walaupun memang secara nominal damage-nya lebih besar jantung, tetapi secara pembiayaan per orang ini sebenarnya di ginjal banyak sekali pembiayaan," tambah Tiffany.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "BPJS Kesehatan Soroti Kasus Gagal Ginjal Makin Banyak Terjadi di Usia Muda"
