![]() |
| Foto ilustrasi: Shutterstock |
Salah satu masalah yang paling sering terjadi selama bulan Ramadan adalah dehidrasi. Sebab, saat puasa tubuh tidak menerima asupan makanan atau minuman sama sekali selama 12 jam lebih.
Biasanya, orang akan memilih menu-menu yang manis untuk berbuka puasa. Misalnya seperti es sirup atau es teh manis.
Namun, ternyata dibandingkan minuman manis, ada minuman yang sangat disarankan dokter gizi untuk rehidrasi tubuh. Tak lain adalah air putih.
"Saat buka puasa, usahakan rehidrasi tubuh dulu dengan minum air. Air putih saja atau jangan yang terlalu manis, nanti menambah asupan kalori," terang spesialis gizi dr Johanes C Chandrawinata, SpGK, pada detikcom beberapa waktu lalu.
dr Johanes menjelaskan terlalu banyak mengonsumsi minuman yang mengandung gula tambahan tidak baik untuk tubuh. Hal ini bisa meningkatkan risiko kesehatan.
"Kalau gula terlalu banyak, minumannya tentu tidak baik. Jadi, gulanya jangan terlalu banyak," tegasnya.
Bagaimana Jika Ingin Berbuka dengan yang Manis?
dr Johanes menyarankan untuk mengonsumsi buah-buahan saat berbuka puasa. Rasa manis alami dari buah dinilai lebih sehat dibandingkan minuman yang mengandung gula tambahan.
Untuk suhu minuman, dr Johanes menjelaskan bahwa air dingin atau air es tidak berbahaya jika ingin diminum saat buka puasa. Tetapi, yang perlu diperhatikan adalah kandungan gulanya.
"Tidak ada masalah. Minum air es boleh, tapi kalau air pakai gula tentunya itu menambah kalori, bisa mengakibatkan kegemukan," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ini Saran Minuman Buka Puasa dari Dokter Gizi yang Nggak Bikin Gemuk"
