Hagia Sophia

15 March 2026

Jepang Pertimbangkan Akan Buang Limbah Nuklir di Pulau Terpencil

Foto: Popular Science

Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan sebuah pulau terpencil di Samudra Pasifik sebagai lokasi penyimpanan limbah nuklir. Ide ini muncul seiring meningkatnya kebutuhan tempat penyimpanan bahan radioaktif dari pembangkit listrik tenaga nuklir.

Pulau yang dimaksud adalah Minamitorishima, wilayah paling timur Jepang yang berada sekitar sekitar 2.000 kilometer dari Tokyo. Lokasinya sangat terpencil sehingga dinilai berpotensi menjadi tempat penyimpanan limbah radioaktif jangka panjang.

Minamitorishima merupakan pulau kecil yang tidak memiliki penduduk sipil. Saat ini, pulau tersebut hanya ditempati oleh personel Pasukan Bela Diri Maritim Jepang serta petugas dari badan meteorologi.

Karena letaknya jauh dari pusat populasi dan aksesnya terbatas, pulau ini dianggap memiliki risiko yang lebih kecil terhadap masyarakat jika digunakan sebagai lokasi penyimpanan limbah nuklir.

Dikutip dari Popular Science, perwakilan pemerintah Jepang mengonfirmasi bahwa opsi tersebut sedang dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya mencari lokasi penyimpanan limbah nuklir yang aman.

Limbah Nuklir Disimpan Ribuan Tahun

Limbah radioaktif tingkat tinggi dihasilkan dari proses pengolahan bahan bakar nuklir bekas, khususnya saat uranium dan plutonium dipisahkan dari bahan bakar tersebut.

Material ini tetap berbahaya dalam waktu yang sangat lama sehingga harus disimpan setidaknya 300 meter di bawah tanah dan bisa membutuhkan waktu puluhan ribu tahun sebelum tingkat radioaktivitasnya turun ke level aman bagi manusia maupun lingkungan.

Karena itu, negara-negara yang mengandalkan energi nuklir terus mencari lokasi penyimpanan geologis yang stabil dan jauh dari aktivitas manusia. Untuk diketahui, energi nuklir kembali dipertimbangkan banyak negara sebagai sumber listrik rendah karbon untuk menghadapi perubahan iklim. Namun, peningkatan penggunaan teknologi ini juga memunculkan pertanyaan besar, di mana limbah radioaktifnya harus disimpan.

Jepang sendiri masih menghadapi tantangan pengelolaan limbah nuklir sejak bencana nuklir Fukushima pada 2011, yang memicu pelepasan material radioaktif dan memaksa puluhan ribu orang mengungsi dari wilayah sekitar pembangkit.

Rencana menjadikan pulau terpencil sebagai lokasi penyimpanan limbah nuklir pun diperkirakan akan memicu diskusi panjang, terutama terkait dampak lingkungan dan keamanan jangka panjang.

Meski masih dalam tahap kajian, gagasan ini menunjukkan betapa rumitnya persoalan limbah nuklir. Masalah ini bahkan bisa bertahan jauh lebih lama dibandingkan pembangkit listrik yang menghasilkan energi tersebut.

























Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Jepang Pertimbangkan Pulau Terpencil untuk Buang Limbah Nuklir"