![]() |
| Misteri 7.500 Tahun Lalu, Danau Ini Pernah Kering Meski Banyak Hujan Foto: Fraser Tours |
Danau-danau air tawar di K'gari, pulau pasir terbesar di dunia di lepas pantai Queensland, Australia, selama ini dikenal jernih dan stabil. Namun penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan, sekitar 7.500 tahun lalu, beberapa danau terdalam di pulau ini justru mengering total meskipun saat itu iklim sedang lebih basah dibanding sekarang.
Dikutip dari Science Daily, temuan ini membuat para ilmuwan mempertanyakan kembali hubungan antara curah hujan dan keberadaan air di danau-danau tersebut.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa sekitar 7.500 tahun lalu, pada periode dengan curah hujan yang lebih tinggi dan jauh setelah berakhirnya Zaman Es terakhir, beberapa danau terdalam di K'gari benar-benar kering," kata Associate Professor John Tibby dari University of Adelaide, peneliti utama studi ini.
Untuk mengungkap misteri ini, tim meneliti inti sedimen dari dasar danau. Lapisan sedimen pada dasarnya adalah arsip alami yang merekam sejarah lingkungan. Namun dalam rentang waktu antara sekitar 7.500 hingga 5.500 tahun lalu, terdapat bagian 'kosong' dalam catatan tersebut. Ini adalah indikasi bahwa tidak ada air yang mengendapkan material selama periode itu.
Yang membuat temuan ini menarik, periode tersebut bukanlah masa kekeringan ekstrem. Secara umum, wilayah itu justru mengalami curah hujan yang relatif tinggi. Artinya, faktor lain kemungkinan berperan.
Peneliti menduga, perubahan pola angin regional menjadi kunci. Perubahan arah atau intensitas angin dapat memengaruhi distribusi hujan, sehingga meski total curah hujan tinggi, tidak semua wilayah menerima suplai air yang sama. Dalam sistem pulau pasir seperti K'gari, keseimbangan antara hujan, infiltrasi air tanah, dan penguapan sangat sensitif terhadap perubahan kecil sekalipun.
Studi ini menjadi pengingat bahwa sistem danau tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak hujan turun, tetapi juga oleh bagaimana air tersebut didistribusikan dan disimpan. Dalam konteks perubahan iklim modern, temuan ini relevan karena pola angin dan curah hujan global diproyeksikan terus berubah.
Jika di masa lalu danau bisa mengering saat iklim basah, bukan tidak mungkin sistem serupa akan kembali menghadapi tekanan di masa depan. Bagi para ilmuwan, sedimen purba bukan sekadar lumpur di dasar danau, melainkan arsip penting untuk memahami bagaimana Bumi bereaksi terhadap perubahan iklim dalam jangka panjang.
Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Misteri 7.500 Tahun Lalu, Danau Ini Pernah Kering Meski Banyak Hujan"
