Hagia Sophia

09 March 2026

Mitos dan Fakta Buah Zaitun

Foto: Getty Images/iStockphoto/dulezidar

Buah zaitun kerap disebut sebagai buah penuh berkah. Dalam agama Islam, zaitun disebut sebagai tanaman yang diberkahi dan dianjurkan untuk dikonsumsi.

Zaitun juga memiliki nilai historis dan spiritual, bahkan namanya disebutkan di Al-Qur'an sebanyak tujuh kali. Buah ini disebut sebagai salah satu bahan alami yang dikonsumsi Nabi Muhammad SAW.

"Makanlah buah zaitun dan gunakanlah ia sebagai minyak, karena ia tumbuh dari pohon yang diberkahi" (HR Ahmad dan Tirmidzi). Hal ini menunjukkan bahwa zaitun tidak hanya dipandang sebagai bahan pangan, tetapi juga memiliki makna keberkahan tersendiri.

Namun demikian, di tengah masyarakat, zaitun lebih sering dikenal sebatas minyak untuk rambut, perawatan kecantikan, atau sekadar pelengkap salad dan masakan khas Mediterania.

Padahal, di balik citranya sebagai minyak serbaguna, buah zaitun menyimpan beragam manfaat kesehatan yang didukung kajian ilmiah.

Buah zaitun dikenal luas sebagai salah satu bahan pangan bernutrisi tinggi yang kerap direkomendasikan untuk menunjang pola hidup sehat. Selain dikonsumsi langsung, minyak zaitun, khususnya extra virgin olive oil, banyak digunakan sebagai pelengkap makanan maupun diminum dalam takaran tertentu.

Mengutip Martha Stewart, sejumlah ahli gizi menyarankan konsumsi extra virgin olive oil sebanyak 1-2 sendok makan per hari. Kandungan lemak tak jenuh tunggal dan senyawa aktif di dalamnya dinilai memberikan berbagai manfaat bagi tubuh jika dikonsumsi secara rutin dan dalam jumlah yang tepat.

Meski demikian, masih banyak beredar anggapan yang belum tentu benar seputar buah dan minyak zaitun. Berikut beberapa mitos dan fakta yang perlu diketahui.

1. Zaitun Berasal dari Timur Tengah
Mitos. Zaitun berasal dari kawasan Mediterania, khususnya Eropa Selatan. Meski saat ini banyak dibudidayakan di Timur Tengah, wilayah asalnya bukan dari sana.

2. Zaitun Mengandung Minyak Alami
Fakta. Buah zaitun segar secara alami mengandung sekitar 20-25 persen minyak. Kandungan inilah yang kemudian diekstraksi menjadi minyak zaitun.

3. Minyak Zaitun Berbahaya bagi Tubuh
Mitos. Minyak zaitun kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal (Monounsaturated Fatty Acid/MUFA) dan polifenol yang justru bermanfaat bagi kesehatan. Jika dikonsumsi sesuai anjuran, minyak ini dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.

4. Zaitun Baik untuk Kesehatan Jantung
Fakta. Sejumlah studi klinis menunjukkan bahwa konsumsi minyak zaitun secara rutin selama empat minggu dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) serta menurunkan kolesterol jahat, termasuk lipoprotein-a.

"Lemak tak jenuh tunggal di dalam minyak zaitun membantu meningkatkan kolesterol dengan menurunkan LDL dan meningkatkan HDL," ujar ahli gizi Lauren Manaker, dikutip Senin (2/3/2026).

5. Zaitun Tidak Bermanfaat untuk Sistem Imun
Mitos. Penelitian klinis menunjukkan bahwa konsumsi minyak zaitun selama tiga bulan dapat membantu meningkatkan jumlah dan fungsi sel darah putih jenis limfosit T, yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Dengan memahami mitos dan fakta seputar zaitun, masyarakat dapat lebih mengenal buah yang terberkahi ini dan mengonsumsinya sebagai bagian dari pola hidup sehat secara keseluruhan. Pasalnya, tubuh yang sehat menjadi modal untuk berdikari (berdiri di atas kaki sendiri), terus aktif dan produktif.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ini Dia Mitos dan Fakta Si Buah Penuh Berkah"