Hagia Sophia

09 March 2026

Kanker Rektum Jadi Penyebab Kematian Nomor Satu Usia Muda di AS

Foto: iStock

Sebuah laporan terbaru dari American Cancer Society (ACS) mengungkap fakta mengejutkan: kasus kanker rektum kini melonjak drastis di kalangan dewasa muda di bawah usia 65 tahun. Tren ini mengubah persepsi medis yang selama puluhan tahun menganggap kanker ini sebagai 'penyakit orang tua'.

Menurut laporan tersebut, hampir separuh kasus atau sekitar 45 persen diagnosis baru kini terjadi pada kelompok usia di bawah 65 tahun. Padahal, pada tahun 1995, angka ini hanya berkisar di 27%. Fenomena ini berbanding terbalik dengan kelompok usia di atas 65 tahun yang justru mengalami penurunan kasus.

"Kita tidak pernah melihat epidemi penderita kanker usus atau rektum pada orang muda sampai baru-baru ini," ungkap dr. Arif Kamal, Chief Patient Officer di ACS.

"Ini benar-benar fenomena yang baru muncul dalam lima tahun terakhir," tambah dia.

Kanker kolorektal mencakup kanker pada usus besar (kolon) dan rektum (bagian paling ujung dari usus besar sebelum anus). Dr. Kamal menjelaskan bahwa gejala kanker rektum cenderung lebih terfokus dibandingkan kanker kolon.

Jika gejala kanker kolon sering kali samar seperti kelelahan, nyeri perut, kembung, dan penurunan berat badan, kanker rektum memiliki ciri khas yang lebih spesifik:
  • Munculnya darah merah segar saat buang air besar
  • Munculnya perasaan ingin buang air besar yang sangat mendesak, bahkan setelah baru saja selesai BAB.
Kesenjangan Diagnosis yang Mengkhawatirkan

Salah satu masalah terbesar yang disoroti para ahli adalah keterlambatan diagnosis pada generasi milenial dan Gen Z. Andreana Holowatyj, asisten profesor dari Vanderbilt University Medical Center, menyebutkan adanya jeda sekitar 4 hingga 6 bulan antara munculnya gejala pertama kali dengan diagnosis medis.

"Pasien muda sering terjebak dalam 'lingkaran rujukan', berpindah dari satu dokter ke dokter lain selama berbulan-bulan tanpa jawaban pasti," tambah Caitlin Murphy, ahli epidemiologi kanker dari University of Chicago.

Akibatnya, sekitar tiga perempat kanker pada orang di bawah 50 tahun baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut.

Gaya Hidup Sebagai Benteng Pertahanan

Lebih dari separuh kasus kanker kolorektal dikaitkan dengan faktor risiko yang sebenarnya bisa dikendalikan. American Cancer Society menyarankan perubahan gaya hidup berikut untuk menurunkan risiko:
  • Pola Makan: Tingkatkan asupan serat, sayuran, buah-buahan, dan gandum utuh.
  • Batasi Daging Olahan: Mengurangi konsumsi sosis, ham, dan daging olahan lainnya.
  • Aktivitas Fisik: Rutin berolahraga dan menjaga berat badan ideal.
  • Hindari Kebiasaan Buruk: Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol.
"Penting untuk mengenali tubuh Anda sendiri dan segera melaporkan gejala apa pun kepada dokter sejak dini," tegas dr Kamal.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kanker Rektum Melonjak di AS, Jadi Penyebab Kematian Nomor Satu Usia Muda"