Hagia Sophia

16 March 2026

Kisah Wanita yang Lahir Tanpa Rahim dan Hanya Punya Satu Ginjal

Foto: Getty Images/gorodenkoff

Seorang wanita di Inggris menceritakan pengalamannya lahir dengan kondisi langka yang membuatnya hidup tanpa rahim. Diagnosis itu dia dapatkan ketika usianya masih 16 tahun.

Betty Mukherjee (25) mengidap sindrom Mayer Rokitansky Küster Hauser (MRKH), kelainan bawaan sejak lahir ketika istem reproduksi wanita tidak berkembang sempurna, sehingga dia lahir tanpa vagina dan rahim, atau organ tersebut tidak terbentuk secara utuh.

Kebanyakan wanita dengan MRKH tidak menyadari kondisi mereka saat kecil karena secara fisik mereka terlihat normal. Diagnosis biasanya baru muncul saat memasuki masa pubertas, ketika mereka tidak kunjung mendapatkan menstruasi pertama.

Hal inilah yang dialami Betty. Ia baru mengetahui kondisinya sesaat setelah merayakan ulang tahun yang ke-16. Diagnosis ini tidak hanya memengaruhi fisiknya, tapi juga mentalnya.

"Sebagai wanita muda, Anda sering diberitahu bahwa kelak Anda akan menikah dan memiliki keluarga," ungkap Betty kepada BBC.

Selain tidak memiliki rahim, Betty juga terlahir dengan hanya satu ginjal, sebuah komplikasi medis yang memang terkadang menyertai kasus MRKH.

Menyadari betapa sedikitnya informasi mengenai kondisi ini, Betty aktif menggunakan akun Instagram-nya untuk memberikan edukasi. Baginya, berbagi cerita bukan sekadar pamer kehidupan, melainkan misi untuk membantu wanita lain yang mungkin sedang merasa hancur karena diagnosis yang sama.

"Saat didiagnosis, saya belum pernah mendengarnya sama sekali. Sekarang sudah jelas bahwa banyak orang juga belum pernah mendengarnya," katanya.

Satu hal penting yang perlu dipahami adalah wanita dengan MRKH tetap memiliki ovarium (indung telur) yang berfungsi normal. Mereka tetap memproduksi hormon kewanitaan dan sel telur yang sehat, hanya saja mereka tidak memiliki "tempat" (rahim) untuk mengandung.

Namun, kemajuan medis memberikan harapan. Bagi pengidap MRKH yang ingin memiliki anak secara biologis, mereka tetap bisa menjalani prosedur bayi tabung (IVF) melalui ibu pengganti (surrogacy) atau menempuh jalur adopsi.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kisah Wanita Pejuang Sindrom MRKH, Lahir Tanpa Rahim dan Cuma Punya Satu Ginjal"