Hagia Sophia

16 March 2026

Diduga Salah Suntik Obat, Pasien Leukemia Tewas

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Asawin_Klabma

Seorang pasien usia muda yang mengidap leukemia di Jepang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Kasus ini terjadi setelah obat antikanker disuntikkan ke sumsum tulang belakang pasien di Pusat Medis Anak Prefektur Saitama.

Pihak rumah sakit mengungkapkan bahwa antara Januari hingga Oktober 2025 ada tiga pasien leukemia laki-laki, yang terdiri dari 2 remaja dan satu anak di bawah usia 10 tahun. Mereka mengalami gejala neurologis parah setelah menerima obat antikanker melalui suntikan ke sumsum tulang belakang.

Gejala yang muncul seperti kesulitan berjalan hingga kelumpuhan. Salah satu remaja yang menerima perawatan pada Oktober mulai merasakan nyeri pada pahanya, sehari setelah menjalani suntikan.

Kondisinya Memburuk

Namun, kondisi pasien mulai memburuk hingga kritis, dan harus menggunakan alat bantu ventilator. Remaja tersebut akhirnya meninggal dunia pada Februari 2026.

Pasien pertama yang mengalami efek samping mendapat suntikan pada Januari 2025. Tetapi, sekitar empat hari kemudian ia tidak bisa berjalan.

Sementara pasien remaja lainnya menjalani prosedur yang sama pada Maret 2025. Gejala neurologis juga muncul tak lama setelah prosedur dilakukan.

Kedua pasien tersebut kini kehilangan kesadaran dan masih dalam kondisi kritis. Mereka mengalami kelumpuhan serta memerlukan bantuan ventilator.

Proses Pengobatan Dihentikan

Setelah tiga insiden tersebut, pihak rumah sakit menghentikan sementara pengobatan kanker melalui injeksi intratekal untuk seluruh pasien pada November 2025. Mereka juga melaporkan kejadian tersebut pada pusat kesehatan masyarakat di Prefektur Saitama.

Perwakilan dari rumah sakit pun membentuk komite ahli untuk menyelidiki penyebab insiden tersebut. Komite ini telah menggelar enam kali diskusi sejak November 2025 hingga Maret 2026.

Pada Selasa (10/3/2026), pihak rumah sakit melaporkan kasus ini kepada polisi setelah menemukan obat yang tidak seharusnya digunakan dalam prosedur tersebut pada sampel cairan pasien. Obat itu diduga ikut digunakan dalam suntikan yang diberikan.

"Ketika kami mengirim cairan serebrispinal yang dikumpulkan dari pasien ke laboratorium untuk dianalisis, larutan obat yang seharusnya tidak digunakan untuk injeksi intratekal obat antikanker terdeteksi," jelas kepala pusat medis tersebut, Akira Oka, dikutip dari Japan Times.

Hasil Temuan Obat

Obat yang ditemukan dalam larutan itu diduga adalah vincristine, yang memang digunakan untuk pengobatan leukemia. Tetapi, hanya diperuntukan melalui suntikan intravena dan dinilai sangat berbahaya jika disuntikkan ke sumsum tulang belakang.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (11/3) di situs web rumah sakit, Oka mengatakan bahwa ke depannya pihaknya akan terus menyelidiki penyebab insiden tersebut dan memperkuat keselamatan medis.

"Kami akan berupaya untuk menentukan penyebab insiden tersebut, sambil memastikan bahwa setiap anggota staf kami mempertahankan komitmen yang lebih kuat terhadap keselamatan medis," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pasien Leukemia di Jepang Tewas Usai Perawatan RS, Diduga Salah Suntik Obat"