Hagia Sophia

16 March 2026

Puasa Bisa 'Detoksifikasi' Ginjal, Bagaimana Prosesnya?

Ilustrasi (Foto: Getty Images/Rasi Bhadramani)

Puasa sering disebut-sebut bisa membantu tubuh melakukan 'detoksifikasi', termasuk pada organ ginjal. Lalu, bagaimana proses penetralan tersebut terjadi?

Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) Dr dr Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH mengatakan benar adanya puasa dapat membantu menyehatkan berbagai organ, termasuk ginjal itu sendiri.

Salah satu proses menyehatkan ginjal melalui puasa menurut dr Pringgo adalah saat tekanan darah terjaga tetap normal.

"Banyak studi-studinya, (puasa) dapat menurunkan tekanan darah," kata dr Pringgo saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

"Tekanan darah yang tinggi kan bisa merusak ginjalnya. Jadi (puasa) akhirnya baik untuk ginjal," sambungnya.

Namun, dr Pringgo menambahkan bahwa tidak ada tanda-tanda khusus apakah detoksifikasi ginjal melalui puasa itu dinilai sukses atau gagal.

"Nggak ada. Tadi kan nggak ada gejala (kerusakan ginjal, red) kalau ringan. Penyakit ginjal yang masih beberapa persen aja nggak ada gejala," katanya.

Meski begitu, bukan berarti tidak ada 'tanda' yang bisa didapat dari niat detoksifikasi tersebut. Setidaknya, menurut dr Pringgo, tanda yang mungkin bisa muncul adalah kesadaran seseorang untuk hidup lebih sehat.

"Nggak detoks secara langsung, lewat hipertensi biasanya. Iya (lewat kebiasaan, red)," tutupnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Puasa Memang Bisa 'Detoks' Ginjal, Dokter Jelaskan Mekanismenya"