![]() |
| Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja |
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan pemerintah juga menerapkan Nutri Level pada pangan siap saji atau di sejumlah restoran hingga ritel minuman. Meski begitu, di masa penerapan awal, pihaknya akan fokus pada industri besar kategori C, alih-alih langsung menyasar seluruh pedagang UMKM.
Masa transisi berlaku selama dua tahun hingga diharapkan bisa diterapkan pada setiap produk pangan siap saji.
Sebagai gambaran umum, level A dikategorikan makanan atau minuman sehat, sementara level D sebaliknya.
Pria yang akrab disapa BGS itu meminta masyarakat untuk membiasakan lifestyle baru dengan konsumsi makanan sehat pasca berlakunya Nutri Level. Hal ini dikarenakan masyarakat seharusnya sudah lebih mudah mengidentifikasi produk tinggi gula, garam, dan lemak.
Kebiasaan sesimpel saat ngopi bersama teman, memilih minuman lebih rendah gula atau bahkan tanpa gula diharapkan Menkes bisa menjadi tren baru.
BGS ingin masyarakat teredukasi dengan tingginya kadar GGL demi menekan risiko penyakit tidak menular, atas kesadaran diri sendiri.
"Kalau kita minumnya yang merah nggak keren, kita harusnya minumnya yang hijau," tutur Menkes dalam konferensi pers Selasa (14/4/2026).
"Kalau dulu minum kopi pakai gula, pakai susu kental manis, tapi kalau sekarang kopinya espresso sama americano lebih keren," lanjutnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "RI Terapkan Nutri Level! Menkes Ingin Minuman Level A Jadi Tren, Contohkan Americano"
