![]() |
| Ilustrasi (Foto: Getty Images/Nadzeya Haroshka) |
Malaysia melaporkan peningkatan kasus penyakit gagal ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) di seluruh negeri. Lalu, bagaimana situasi serupa di Indonesia?
Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan di Indonesia juga terjadi peningkatan cukup signifikan pada penyakit gagal ginjal. Bahkan, penyakit ini menjadi salah satu beban pembiayaan terbesar di BPJS Kesehatan.
"Kalau gagal ginjal, kalau kita bandingkan tahun 2019-2025, itu dia meningkat 476,2 persen (pembiayaan di JKN, red)," kata Nadia saat ditemui detikcom di Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026).
Nadia menambahkan bahwa gagal ginjal menjadi penyakit dengan peningkatan paling besar dari kurun waktu 2019-2025 dalam pembiayaan, jika dibandingkan penyakit kronis lain seperti jantung, kanker, dan stroke.
Pasien gagal ginjal kronis membutuhkan perawatan hemodialisa atau cuci darah untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak dalam membersihkan limbah racun (ureum/kreatinin) dan kelebihan cairan dari tubuh. Prosedur ini sangat penting untuk mencegah komplikasi mematikan, menyeimbangkan elektrolit, dan menjaga kualitas hidup pasien.
Nadia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap kesehatan mereka, terlebih agar terhindar dari penyakit gagal ginjal.
"Jadi memang hati-hati, ginjal itu seperti silent killer dan awalnya kenapa orang bisa sakit ginjal? Dia punya hipertensi dan penyakit gula (diabetes melitus) yang tidak terkendali, sehingga pasti akan terganggu dengan ginjalnya," katanya.
"Itu (penyakit gagal ginjal) peningkatannya paling tinggi dibandingkan lainnya dari sisi pembiayaan, berarti kan jumlah kasusnya banyak," sambungnya.
Berdasarkan data Kemenkes, berikut beban pembiayaan 4 penyakit kronis terbesar dari BPJS Kesehatan dalam satuan triliun rupiah.
- Gagal Ginjal
2019: Rp 2,32 triliun
2025: Rp 13,38 triliun (+476,2%) - Stroke
2019: Rp 2,56 triliun
2025: Rp 7,21 triliun (+182,9%) - Kanker
2019: Rp 3,81 triliun
2025: Rp 10,31 triliun (+170,2%) - Jantung
2019: Rp 10,28 triliun
2025: Rp 17,35 triliun (+68,8%)
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kasus Gagal Ginjal Ngegas Juga di RI, Makin Banyak Warga +62 Cuci Darah"
