![]() |
| Susu kental manis, benarkah tidak mengandung susu? Foto: Getty Images/iStockphoto/Vlad Antonov |
Susu kental manis sudah lama menjadi bagian dari berbagai makanan dan minuman favorit masyarakat Indonesia. Mulai dari campuran kopi, olesan roti bakar, hingga topping martabak dan dessert, produk ini dikenal karena rasanya yang manis dan nikmat.
Namun belakangan, susu kental manis kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Tidak sedikit yang mempertanyakan kandungannya karena rasa manisnya dianggap lebih dominan dibanding rasa susu. Lalu, benarkah susu kental manis sebenarnya tidak mengandung susu?
Tekstur kental pada susu kental manis berasal dari proses evaporasi atau penguapan air. Saat susu dipanaskan perlahan, sebagian besar air di dalamnya menguap sehingga kandungan padatan susu menjadi lebih terkonsentrasi. Hasil akhirnya membuat tekstur susu lebih padat dan creamy.
Gula diperlukan dalam proses pembuatan susu kental manis, bukan hanya memberi rasa yang lebih nikmat, tetapi juga membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme sehingga produk dapat bertahan lebih lama selama penyimpanan.
Menurut Peraturan BPOM Nomor 34 Tahun 2019 tentang Kategori Pangan, susu kental manis termasuk produk susu dengan kadar lemak susu minimal 8 persen dan kadar protein minimal 6,5 persen. Standar ini juga mengacu pada Codex Alimentarius untuk sweetened condensed milk yang menjadi acuan internasional produk susu kental manis.
Selain itu, definisi susu kental manis sebelumnya juga tercantum dalam Peraturan Kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan. Dalam aturan tersebut, susu kental manis dijelaskan sebagai produk susu yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu.
Bahkan, salah satu produk susu kental manis memiliki komposisi kandungan susu hingga 35% yang terdiri dari campuran susu skim bubuk, susu sapi segar (12%), lemak susu, laktosa, dan buttermilk bubuk.
Artinya, susu kental manis tetap merupakan produk susu dan bukan sekadar gula berperisa susu seperti yang sering diperdebatkan di media sosial.
Apakah Kandungan Susunya Hilang Karena Banyak Gula?
Meski mengandung gula, kandungan susu di dalam susu kental manis sebenarnya tidak hilang. Protein susu, lemak susu, laktosa, hingga beberapa mineral alami dari susu masih tetap ada. Hanya saja, tambahan gula membuat rasa dan profil gizinya berbeda dibanding susu segar.
Rasa manis yang kuat sering membuat banyak orang mengira kandungan susunya hilang sepenuhnya. Padahal, yang terjadi adalah karakter manis dari gula menjadi jauh lebih dominan dibanding rasa susu itu sendiri.
Karena itu, anggapan bahwa susu kental manis sama sekali tidak mengandung susu tidak sepenuhnya benar. Yang lebih tepat, produk ini merupakan olahan susu dengan tambahan gula sehingga cara konsumsinya berbeda dengan susu segar.
Cara Bijak Mengonsumsi Susu Kental Manis
Menikmati susu kental manis sebenarnya tidak masalah selama porsinya diperhatikan. Banyak makanan tradisional Indonesia juga menggunakan bahan ini sebagai pelengkap rasa.
Membaca label gizi dapat membantu memahami berapa banyak gula dalam satu sajian. Jika dikonsumsi sesuai takaran saji, konsumsi satu sajian susu kental manis umumnya masih tidak membuat asupan gula harian melebihi batas anjuran.
Jika ingin memakai susu kental manis untuk campuran kopi atau dessert, gunakan secukupnya agar rasa manis tidak berlebihan. Hal ini juga sejalan dengan Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2021 yang melarang pernyataan atau visualisasi susu kental manis disajikan sebagai hidangan tunggal berupa minuman susu maupun sebagai satu satunya sumber gizi.
Pada akhirnya, susu kental manis merupakan produk yang mengandung susu, akan tetapi, tidak dirancang sebagai pengganti susu harian karena komposisi gizinya yang berbeda. Memahami perbedaan tersebut penting agar konsumsi susu kental manis tetap lebih bijak dan tidak menimbulkan salah paham mengenai kandungan gizinya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Mengenal Kandungan Susu Kental Manis, Benarkah Tidak Ada Susunya?"
