![]() |
| Foto: Getty Images/iStockphoto/kwanchaichaiudom |
Saat anak mulai mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, tidak sedikit orang tua langsung panik dan buru-buru menyetop asupan susu si kecil. Susu kerap kali dituduh sebagai biang kerok utama yang memicu kegemukan, sehingga anak yang beranjak besar dianggap tidak perlu lagi meminumnya.
Guru Besar sekaligus dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang pediatri sosial di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Dr dr Rini Sekartini, SpA(K), SubspTKPS, meluruskan salah kaprah ini. Menurutnya, menyetop susu pada anak obesitas tidak sepenuhnya tepat.
"Sering salah kaprah ya, anak obesitas yang di-stop susu, padahal bukan susunya penyebabnya," tegas Prof Rini dalam peluncuran susu formula AceKid oleh FEIHE International bersama MAKUKU bertajuk 'Let's Witness Together, a New Fresh Standard from AceKid' di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat, Minggu (7/6/2026).
Susu sebagai Sumber Protein
Prof Rini mengingatkan kembali masyarakat tentang pentingnya zat gizi yang terkandung di dalam susu. Meskipun penamaan slogan kesehatan di Indonesia sudah berubah, peran susu sebagai pelengkap nutrisi tidak pernah hilang.
"Mengenai susu, sebenarnya kalau kita ingat dulu slogan 4 sehat 5 sempurna ya, itu slogan yang sampai saat ini mungkin masih diketahui. Kita tahu, susunya di tengah-tengah ya, jadi sempurna kalau dengan susu," terang Prof Rini.
"Kalau sekarang ganti penamaannya ya, karena susu itu bagian dari komponen protein," lanjut dia.
Sebagai bagian dari komponen protein, susu dapat menunjang tumbuh kembang anak. Dibandingkan dengan sumber protein dari lauk-pauk lainnya, susu memiliki berbagai nutrisi yang lebih efisien untuk diserap oleh tubuh.
Prof Rini mengungkapkan protein bisa didapatkan dari banyak sumber, seperti ayam, daging, hingga ikan. Sebagai salah satu sumber protein, Prof Rini menyebut, susu punya beberapa kelebihan antara lain lebih komplit dan mudah diberikan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Susu Bikin Anak Obesitas? Begini Kata Profesor Tumbuh Kembang FKUI"
