Hagia Sophia

12 June 2026

Kisah Putri Raja Thailand yang Kolaps Hingga Koma dan Meninggal

Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha

Putri Thailand, Putri Bajrakitiyabha Narendira Debyavati, meninggal dunia pada usia 47 tahun setelah dinyatakan koma selama hampir empat tahun. Kabar duka tersebut diumumkan langsung Istana Kerajaan Thailand pada Jumat (12/6/2026).

Putri Bajrakitiyabha, yang dikenal luas di Thailand dengan sapaan Putri Bha, merupakan putri sulung Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn. Sebelum wafat, ia telah menjalani perawatan intensif sejak akhir 2022 akibat serangkaian masalah kesehatan yang berujung pada kondisi tidak sadarkan diri.

Kolaps Saat Melatih Anjing

Awal mula kondisi kritis yang dialami Putri Bajrakitiyabha terjadi pada Desember 2022. Saat itu, ia tengah berada di Provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand bagian timur laut, untuk melatih anjing peliharaannya.

Di tengah kegiatan tersebut, ia mendadak kehilangan kesadaran akibat gangguan pada jantungnya. Kondisinya yang kritis membuat tim medis segera memberikan pertolongan darurat sebelum ia diterbangkan dengan helikopter ke Bangkok untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Sejak saat itu, Putri Bajrakitiyabha tidak pernah benar-benar pulih dan harus menjalani perawatan jangka panjang di rumah sakit.

Kondisi Terus Memburuk

Selama bertahun-tahun, pihak istana hanya sesekali memberikan pembaruan terkait kondisi kesehatan putrinya.

Pada awal Mei lalu, istana mengungkapkan kondisi medis Putri Bajrakitiyabha memburuk akibat berbagai infeksi yang menyerang sejumlah organ tubuh. Tim dokter disebut kesulitan menstabilkan denyut jantungnya.

Sebelumnya, pada April, dokter menemukan adanya infeksi pada lambung yang memicu peradangan usus. Kondisi tersebut menyebabkan tekanan darahnya turun dan irama jantung menjadi tidak teratur.

Akibat komplikasi yang terus berkembang, fungsi ginjal dan pernapasan Putri Bajrakitiyabha harus dibantu menggunakan peralatan medis.

Dirawat Intensif Hampir Empat Tahun

Sejak kolaps pada Desember 2022, Putri Bajrakitiyabha menjalani perawatan intensif dengan berbagai alat penunjang kehidupan. Meski sempat mendapatkan penanganan medis secara maksimal, kondisinya tidak menunjukkan perbaikan yang berarti.

Serangkaian infeksi dan gangguan organ yang dialaminya membuat kesehatannya semakin menurun hingga akhirnya meninggal dunia setelah hampir empat tahun berada dalam kondisi koma.

Lahir pada 1978, Putri Bajrakitiyabha merupakan anak pertama Raja Vajiralongkorn dari pernikahannya dengan Putri Soamsawali.

Ia dikenal sebagai salah satu anggota keluarga kerajaan yang memiliki rekam jejak akademik dan profesional yang kuat. Putri Bajrakitiyabha meraih sejumlah gelar pendidikan, termasuk gelar doktor dari Cornell University.

Dalam kariernya, ia pernah menjabat sebagai duta besar Thailand untuk Austria, bertugas di kantor jaksa agung, komando pengamanan kerajaan, hingga menjadi duta goodwill untuk United Nations Office on Drugs and Crime.

Ia juga dikenal aktif memperjuangkan hak-hak narapidana perempuan dan berbagai isu kemanusiaan lainnya.

Kepergian Putri Bajrakitiyabha menjadi kehilangan besar bagi keluarga kerajaan Thailand. Sejumlah pengamat sebelumnya bahkan menilai sang putri sebagai salah satu figur yang dianggap memiliki kapasitas untuk meneruskan takhta kerajaan, meski hal tersebut tidak pernah diumumkan secara resmi oleh istana.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Awal Mula Putri Thailand Kolaps hingga Koma Lebih dari 3 Tahun"