![]() |
| Foto: dok Instagram temontemplar27 |
Komedian Simson Rarameha Ngadang atau sering dikenal sebagai Temon. Ia meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) pukul 08.42 WIB di usia 59 tahun.
Diketahui, Temon memang memiliki riwayat darah tinggi dan meninggal setelah mengalami serangan jantung. Meski begitu, Temon disebut tidak pernah mengeluhkan rasa sakit di depan anak-anaknya.
"Kadang sih dengernya ditahan sih. Jadi yang sering ngurus Papa kan ada kakak sama abang kan. Jadi saya kurang tahu detailnya kayak gimana, cuma sering dikabarin update-annya saja gimana, terus sering nanya kabar gitu," kata putri kelimanya, Rambu, yang dikutip dari detikHot, Minggu (12/7/2026).
"Kalau ngeluh ke saya sih enggak. Kayak di depan saya kayak ya sudah kuat gitu," sambungnya.
Bagaimana Hipertensi Bisa Picu Serangan Jantung?
Ketika tekanan darah tinggi atau hipertensi terlalu lama, kondisi ini dapat merusak dinding pembuluh darah dan menyebabkan terbentuknya robekan kecil. Untuk memperbaiki area yang rusak ini, tubuh mengirimkan sel-sel khusus yang menempel di tempat tersebut.
Seiring waktu, zat-zat seperti kolesterol dan lemak juga dapat menumpuk di tempat-tempat yang rusak ini, membentuk plak. Saat kondisi aterosklerosis atau terjadi penyumbatan akibat plak yang menumpuk, bagian dalam arteri menjadi lebih sempit dan menghalangi aliran darah ke jantung.
Dikutip dari laman Heart, aliran darah juga dapat terhambat jika plak pecah atau terlepas dan membentuk gumpalan. Saat aliran darah terhambat, bagian jantung tersebut tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan, sehingga terjadilah serangan jantung.
Gejala serangan jantung yang paling umum adalah nyeri dada. Selain itu, tanda lainnya bisa berupa:
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di lengan, punggung, leher, rahang, atau perut.
- Sesak napas dengan atau tanpa rasa tidak nyaman di dada
- Mual atau pusing.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Komedian Temon Meninggal, Apa Kaitan Hipertensi dan Serangan Jantung?"
