Hagia Sophia

05 July 2026

Dito Ariotedjo Sukses Turunkan BB Hingga 40 Kg

Foto: Mantan Menpora Dito Ariotedjo (Yogi/detikcom)

Perubahan penampilan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo belakangan mencuri perhatian. Ia mengungkapkan berhasil menurunkan berat badan hingga 40 kilogram setelah tak lagi menjabat sebagai Menpora.

Dito mengatakan keberhasilannya menurunkan berat badan didukung dengan perubahan pola makan dan gaya hidup. Ia membatasi asupan makanan hingga maksimal 800-1.000 kalori per hari, rutin berolahraga, serta mengurangi konsumsi camilan.

"Saya balik ke pola zaman saya disiplin. Makan saya batasin maksimal 800-1.000 kalori per hari," kata Dito, dikutip detikNews saat ditemui di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).

"Olahraga tiap hari. Camilan sangat minim. Kuncinya asupan gizi dan nahan lapar. Saya kan naik berat badan 2020-2023 hampir 50 kilogram. Naik 50 kilo, turun 40 kilo. Masih ada 10 kilo lagi," kata Dito.

Menyoal Defisit Kalori

Terkait hal tersebut, dokter spesialis gizi klinik dr Ardian Sandhi Pramesti, SpGK menjelaskan penurunan berat badan pada dasarnya terjadi ketika tubuh berada dalam kondisi defisit kalori, yakni saat jumlah kalori yang dikonsumsi lebih sedikit dibandingkan kalori yang dibakar tubuh.

Menurutnya, apa pun jenis diet yang dijalani, selama menghasilkan asupan kalori yang lebih rendah daripada kebutuhan tubuh, maka seseorang tetap berada dalam kondisi defisit kalori. Defisit tersebut akan semakin besar apabila pembatasan asupan makanan dibarengi dengan peningkatan aktivitas fisik.

"Kalau apakah efektif? Defisit kalori sendiri memang paling terbukti secara ilmiah untuk menurunkan berat badan, tapi ada hal yang perlu saya luruskan, angka kalori itu kurang bermakna kalau nggak dibandingin sama kebutuhan masing-masing orang," imbuhnya saat dihubungi detikcom, Rabu (1/7/2026).

"Sebelumnya kalau kita lihat postur badan pak Dito yg memiliki postur badan yang besar dengan olahraga harian intensitas tinggi kemungkinan kalori yang dibutuhkan jauh di atas rata-rata bisa di atas 3000 kilo kalori, jadi ketika beliau makan 800 sampai 1000 kilo kalori defisitnya sangat dalam sehingga hasilnya bisa saja cepat terlihat," lanjutnya lagi.

Lebih lanjut, dr Ardian mengatakan asupan 800-1.000 kilokalori per hari sebenarnya termasuk kategori very low calorie diet (VLCD) atau diet sangat rendah kalori dalam dunia medis.

Pola makan seperti ini tidak dianjurkan dilakukan secara mandiri karena umumnya hanya diberikan pada kondisi tertentu yang membutuhkan penurunan berat badan secara cepat dan terukur.

Program diet seperti ini juga sebaiknya dijalankan di bawah pengawasan dokter atau tenaga kesehatan. Selama program berlangsung, pasien perlu menjalani pemantauan secara berkala, mulai dari pemeriksaan berat badan, komposisi tubuh, hingga pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kondisi tubuh tetap aman.

"Tapi bukan untuk jalankan sendiri tanpa pengawasan biasanya dipertimbangkan dengan pengawasan oleh dokter ataupun tenaga ahli tertentu dan diberikan pada kondisi dengan kebutuhan penurunan bb cepat dan terukur," imbuhnya lagi.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Dokter Gizi Bicara Defisit Kalori, Dijalani Dito Ariotedjo hingga Sukses Turun BB 40 Kg"