![]() |
| Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/bluecinema |
Pernahkah memperhatikan warna urine saat buang air kecil? Meski sering dianggap sepele, perubahan warna urine dapat menjadi petunjuk kondisi hidrasi tubuh sekaligus tanda awal adanya gangguan pada ginjal.
Secara umum, urine yang sehat berwarna kuning jernih hingga kuning pucat. Namun, jika warnanya terus-menerus berubah menjadi merah, cokelat pekat seperti teh, atau tampak sangat keruh dan berbusa, kondisi tersebut patut diwaspadai.
Perubahan warna urine yang menetap bisa menjadi salah satu tanda fungsi penyaringan ginjal mulai terganggu. Berikut panduan mengenali arti warna urine menurut para pakar urologi.
1. Berwarna Cokelat Tua hingga Kehitaman (Gejala Ginjal dan Hati)
Urine berwarna cokelat menandakan dehidrasi parah yang biasanya dibarengi dengan gejala mulut kering dan tubuh lemas. Namun, jika warna cokelat tidak membaik setelah mengonsumsi air, sebaiknya segera ke dokter.
"Urine cokelat dapat mengindikasikan adanya darah lama dari suatu tempat di saluran kemih," papar Michael Whalen, MD, kepala onkologi urologi di George Washington University School of Medicine and Health Sciences.
Dikutip dari EverydayHealth, kondisi urine pekat seperti teh ini sering kali merujuk pada gangguan porfiria, infeksi berat, hingga tanda penurunan fungsi ginjal akut.
2. Berbusa (Kebocoran Protein Ginjal)
Selain warna, tekstur urine yang berubah menjadi sangat berbusa adalah lampu merah bagi kesehatan ginjal. Kepala urologi di Tufts Medical Center, Jairam Eswara, MD, mengatakan urine yang berbusa bisa mengindikasikan adanya protein dalam urine.
Kondisi yang dikenal sebagai proteinuria itu terjadi akibat rusaknya 'saringan' pada ginjal, sehingga protein yang seharusnya tetap berada di dalam darah justru bocor dan keluar bersama urine. Gejala ini paling sering ditemukan pada pasien diabetes dan hipertensi yang ginjalnya mulai terdampak.
3. Berwarna Merah Muda atau Merah (Kencing Darah)
Urine berwarna merah muda atau merah terang bisa dipicu oleh makanan seperti bit. Meski begitu, jika terjadi tanpa sebab, warna merah mengindikasikan adanya sel darah dalam urine atau hematuria.
Darah ini bisa menjadi gejala dari infeksi saluran kemih (ISK), batu ginjal, kista, hingga tumor ganas pada ginjal atau kandung kemih.
4. Berwarna Jernih Tanpa Warna (Kelebihan Hidrasi)
Urine yang bening seperti air putih tidak selalu menjadi tanda yang baik. Kondisi ini kerap menjadi sinyal seseorang mengalami kelebihan hidrasi atau overhydration.
Jika urine selalu jernih padahal tidak minum banyak air, Dr Whalen mengingatkan bahwa hal itu bisa menjadi pertanda adanya masalah diabetes atau penurunan fungsi sekresi pada ginjal.
5. Berwarna Kuning Pucat atau Transparan (Kondisi Normal)
Ini adalah warna urine yang paling ideal. Menurut Dr Eswara, warna kuning pucat menandakan tubuh terhidrasi dengan sangat baik dan seluruh sistem kemih, termasuk ginjal, berfungsi secara optimal.
Perubahan Bau Urine
Bau urine juga menyimpan cerita klinis tersendiri. Urine yang berbau menyengat seperti amonia menandakan tubuh sangat kurang cairan atau adanya infeksi bakteri.
Sementara itu, jika tercium bau logam besi, hal tersebut memperkuat indikasi adanya perdarahan aktif di dalam saluran kemih.
Jangan tunggu sampai muncul gejala nyeri pinggang atau bengkak tubuh. Segera periksakan diri ke dokter jika urine menunjukkan tanda-tanda kerusakan ginjal.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Jangan Diabaikan, Warna Urine Seperti Ini Bisa Jadi Tanda Ginjal Rusak"
