![]() |
| Foto ilustrasi: Getty Images/Motortion |
Tingginya angka Penyakit Tidak Menular (PTM) akibat konsumsi gula berlebih memicu lahirnya usulan kebijakan kesehatan masyarakat yang unik di Malaysia. Lembaga pemikir 'Galen Centre for Health and Social Policy' secara resmi mendesak pemerintah untuk mewajibkan seluruh restoran dan tempat makan berlisensi menyediakan fasilitas air putih gratis bagi para pelanggan.
Langkah ini dinilai sebagai strategi sederhana, tetapi taktis untuk menekan asupan minuman manis. Sebab, itu menjadi salah satu pemicu utama meroketnya angka obesitas dan diabetes di tengah masyarakat.
Chief Executive Galen Centre Azrul Mohd Khalib, memaparkan data memprihatinkan dari Survei Kesehatan dan Morbiditas Nasional atau National Health and Morbidity Survey (NHMS) 2023. Berdasarkan survei tersebut, satu dari lima orang dewasa di Malaysia dilaporkan kekurangan konsumsi air putih setiap hari.
Ironisnya, di saat yang sama, asupan minuman tinggi kalori dan tinggi gula justru terus mendominasi pola diet harian warga.
"Lebih dari separuh orang dewasa Malaysia kini kelebihan berat badan atau obesitas, sementara satu dari lima orang menderita diabetes," beber Azrul terkait bom waktu kesehatan yang mengintai negaranya.
"Semakin banyak anak-anak juga terkena obesitas," lanjutnya yang dikutip dari World of Buzz.
Kondisi tersebut otomatis mendongkrak risiko penyakit metabolik mematikan lainnya. Mulai dari perlemakan hati, serangan jantung, stroke, gagal ginjal, hingga kanker, yang berujung pada tingginya angka kematian dini.
Azrul menyoroti fenomena di lapangan saat minimnya akses air putih gratis, atau mahalnya harga air mineral kemasan di tempat makan, sering kali secara tidak sadar 'memaksa' konsumen beralih memesan minuman berperisa, minuman ringan, teh susu, atau jus buah yang sarat gula.
"Pelanggan seharusnya tidak perlu membayar lebih hanya untuk memilih minuman yang paling sehat. Menyediakan air putih gratis di restoran adalah salah satu langkah kesehatan masyarakat paling sederhana yang dapat kita terapkan," tegas Azrul.
"Ini praktis, terjangkau, dan sesuatu yang dapat kita lakukan hari ini. Mari kita jadikan pilihan sehat sebagai pilihan yang mudah," lanjutnya.
Beban finansial akibat lonjakan kasus PTM ini tidak hanya memukul ketahanan ekonomi keluarga pasien, melainkan juga memberikan tekanan berat pada pengusaha, penyedia asuransi, hingga pembengkakan anggaran pada sistem perawatan kesehatan publik negara.
Melihat urgensi yang ada, Azrul mendesak Kementerian Kesehatan dan otoritas lokal setempat untuk memasukkan syarat penyediaan air putih gratis ini ke dalam regulasi perizinan usaha kuliner.
Meski disadari kebijakan ini tidak akan serta-merta menyelesaikan krisis kesehatan nasional secara instan. Regulasi tersebut diyakini mampu menjadi fondasi awal yang kuat dalam membangun ekosistem lingkungan makanan yang jauh lebih sehat bagi generasi masa depan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tekan Angka Obesitas-Diabetes, Restoran di Malaysia Didesak Sediakan Air Putih Gratis"
