Hagia Sophia

17 July 2026

Kakek Ini Kehilangan 12 Gigi usai Dijanjikan Umur Panjang dengan Implan

Foto ilustrasi: Getty Images/gorodenkoff

Sebuah klinik di China telah dihukum oleh pihak berwenang setelah mencabut 12 gigi yang tersisa, dari seorang pria berusia 63 tahun.

Pria tersebut, bernama Li, dari Baoji, provinsi Shaanxi di barat laut China, pergi ke Klinik Gigi Datuanyuan untuk memeriksakan giginya yang sakit pada bulan September lalu.

Li baru-baru ini mengatakan kepada media China bahwa ia percaya iklan klinik tersebut. Mereka menjanjikan implan gigi, memiliki gigi yang lengkap, dan bisa hidup 100 tahun.

Staf bahkan mengirim mobil untuk menjemputnya, dan menawarkan pemeriksaan gratis. Pada akhirnya, ia harus mencabut 12 giginya, dan menerima 10 implan.

Kemudian, staf klinik tersebut mengambil seluruh uang sebesar 18.800 yuan atau sekitar 50 juta rupiah dari rekening bank dan dompet digitalnya. Mereka meninggalkan pasien dengan tagihan yang belum dibayar sebesar 6.200 yuan (16,5 juta rupiah).

"Ketika putra saya menemukan saya, mulut saya penuh darah, dan saya hanya memiliki 30 yuan (80 ribu rupiah) untuk ongkos bus," beber Li yang dikutip dari The Star Malaysia.

Yang lebih tidak dapat diterima oleh keluarganya adalah bahwa Li memiliki beberapa penyakit, seperti penyakit jantung koroner, infark miokard, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Ia juga memiliki empat stent koroner.

Menurut Fu Dongjie, seorang dokter gigi di Rumah Sakit Renmin Universitas Wuhan, China, orang dengan diabetes dan sakit jantung sebaiknya tidak menjalani prosedur implan gigi sampai kondisi mereka terkontrol.

Keluarga Li melaporkan klinik tersebut ke dinas kesehatan setempat sebanyak tiga kali. Mereka juga mencoba membela hak-hak Li, dengan alasan bahwa rekam medis yang diberikan klinik tidak lengkap.

Putra Li mengatakan bahwa klinik selalu dapat memberikan berkas yang hilang setiap kali ia menemukan masalah. Ia menduga klinik tersebut memalsukan dokumen.

Mereka juga mencatat jenis kelamin Li sebagai 'perempuan' dalam rekam medis. Terlebih lagi, klinik hanya memberikan catatan konsultasi kardiologi pra-operasi enam bulan setelah prosedur.

"Apakah benar-benar ada konsultasi kardiologi sebelum prosedur? Mengapa mereka tidak memberi tahu keluarga pasien? Mereka terlalu berani," kata putranya.

Pada bulan Juli, biro kesehatan setempat menyimpulkan bahwa terjadi pelanggaran di klinik tersebut, termasuk tidak memberikan rencana perawatan alternatif, gagal melakukan penilaian pra-operasi yang lengkap, dan tidak menyimpan rekam medis standar.

Pihak berwenang memerintahkan klinik untuk mengembalikan biaya perawatan kepada Li, dan menuntut untuk perbaikan.

"Pria itu benar-benar beruntung bisa baik-baik saja setelah semua 12 giginya dicabut sekaligus," kata warganet.

"Apa yang dilakukan klinik itu tidak berbeda dengan pembunuhan," tulis warganet lainnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Nasib Kakek Kehilangan 12 Gigi usai Diiming-imingi Berumur Panjang dengan Implan"