![]() |
| Ilustrasi umur panjang (Foto: Getty Images/iStockphoto/Zhanna Danilova) |
Pola makan sehat, rutin berolahraga, dan aktif bersosialisasi selama ini dikenal sebagai kunci menua dengan sehat. Namun, penelitian terbaru menunjukkan faktor lain yang tak kalah penting, yakni kepribadian.
Studi yang dilakukan pada penduduk Sardinia, Italia, salah satu wilayah yang dikenal sebagai Blue Zone karena memiliki banyak penduduk berusia lebih dari 100 tahun, menemukan sifat kepribadian tertentu dapat mendukung proses penuaan yang sehat.
Penelitian yang dipimpin psikolog Maria Chiara Fastame dari University of Cagliari, Italia, itu dipublikasikan dalam International Journal of Applied Positive Psychology.
"Temuan ini menunjukkan kombinasi sifat kepribadian yang adaptif dan kemampuan menghadapi tantangan mendorong gaya hidup yang lebih aktif, sehingga membantu proses penuaan yang sehat," tulis peneliti dalam laporannya.
Peneliti Libatkan Lansia Usia 71-101 Tahun
Dalam penelitian tersebut, tim mengamati 125 orang dewasa berusia 71 hingga 101 tahun. Sebanyak 55 peserta tinggal di wilayah Blue Zone Sardinia, sementara 70 lainnya berasal dari daerah sekitar yang memiliki kondisi sosial ekonomi, budaya, dan akses layanan kesehatan yang serupa.
Para peserta menjalani serangkaian tes, wawancara, dan mengisi kuesioner untuk menilai kondisi fisik dan mental, kualitas hidup, kebiasaan sehari-hari, hingga lima dimensi kepribadian yaitu keterbukaan, ketelitian, ekstraversi, keramahan agreeableness, dan neurotisisme.
Rasa Ingin Tahu Tinggi Jadi Pembeda
Hasil penelitian menunjukkan, penduduk Blue Zone ternyata tidak memiliki kualitas hidup terkait kesehatan yang jauh lebih baik dibanding kelompok lain.
Namun, mereka memiliki skor yang jauh lebih tinggi pada sifat keterbukaan.
Sifat ini ditandai dengan rasa ingin tahu yang tinggi, minat untuk terus belajar, terbuka terhadap ide baru, dan senang mencoba pengalaman baru.
Selain itu, penduduk Blue Zone juga dinilai lebih mampu menghadapi tekanan, memiliki kecerdasan emosional yang lebih baik, serta lebih sering menghabiskan waktu untuk aktivitas yang merangsang pikiran maupun fisik, seperti hobi.
Kepribadian Berpengaruh pada Gaya Hidup
Saat seluruh peserta dianalisis bersama, peneliti menemukan pola yang cukup konsisten.
Orang dengan tingkat keterbukaan yang tinggi cenderung memiliki kesejahteraan psikologis lebih baik dan lebih aktif menjalani hobi.
Sementara itu, peserta yang memiliki sifat teliti melaporkan kepuasan hidup yang lebih tinggi serta kemampuan mengatasi masalah yang lebih baik.
Sebaliknya, mereka yang memiliki tingkat neurotisisme tinggi atau lebih mudah cemas dan stres cenderung melaporkan kualitas hidup terkait kesehatan yang lebih rendah.
Bukan Langsung Bikin Panjang Umur
Peneliti menegaskan, kepribadian kemungkinan bukan faktor yang secara langsung membuat seseorang berumur panjang.
Namun, sifat-sifat tertentu dapat membentuk kebiasaan hidup yang lebih sehat. Misalnya, orang yang memiliki rasa ingin tahu tinggi lebih mungkin mencari pengalaman baru, menjaga hubungan sosial, memiliki hobi, tetap aktif secara fisik, dan terus belajar sepanjang hidup.
Dengan kata lain, kepribadian dapat membantu membentuk perilaku yang selama ini diketahui mendukung proses penuaan sehat, melengkapi manfaat pola makan, olahraga, dan interaksi sosial.
Meski demikian, peneliti mengingatkan bahwa studi ini bersifat observasional dengan jumlah peserta yang relatif kecil, sehingga belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan apakah kepribadian memang berperan dalam membantu seseorang menua dengan lebih sehat dan berumur panjang.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Riset Ungkap 1 Kesamaan pada Orang yang Panjang Umur hingga 100 Tahun"
