![]() |
| Foto: Dok. Istimewa |
Air mata bahagia tak terbendung dari wajah pasangan suami istri asal Sumenep, Madura, Mina dan Yusuf. Perjuangan panjang pasutri pejuang garis dua ini akhirnya berbuah manis lewat kehadiran sepasang bayi kembar yang sehat. Sebuah keajaiban nyata yang membayar tunai kesabaran serta keteguhan hati mereka selama 22 tahun menanti momongan.
Dikutip dari detikJatim, Mina dan Yusuf akhirnya bisa mendengar suara tangis bayi yang mereka impikan justru di saat usia mereka telah melewati kepala empat. Bayi kembar berjenis kelamin laki-laki dan perempuan tersebut lahir selamat ke dunia pada 2 Juli 2026 melalui program bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF). Istimewanya, perjuangan panjang ini langsung berhasil dalam satu kali persidangan program IVF.
Kisah mengharukan ini dibagikan oleh dr Benediktus Arifin SpOG(K) atau yang akrab disapa dr Benny melalui akun media sosialnya. Kelahiran ini seolah dinaungi keunikan angka dua, yakni lahir pada tanggal 2 Juli, dianugerahi 2 bayi kembar, setelah melewati masa penantian selama 22 tahun.
Harapan yang Nyaris Mustahil secara Medis
Perjalanan Mina dan Yusuf dari Dusun Sumur, Desa Keramat, Sumenep, menuju ruang operasi bukanlah jalan yang mudah. Selain faktor usia yang sudah di atas 40 tahun, Mina didiagnosis memiliki kadar AMH (Anti-Mullerrian Hormone) yang sangat kritis, yaitu hanya berada di angka 0,1 ng/mL.
Secara medis, AMH adalah hormon yang menjadi indikator utama untuk mengukur jumlah cadangan sel telur yang masih dimiliki oleh seorang wanita. Pada wanita subur di usia produktif, kadar AMH normal biasanya berada di kisaran 1,0 hingga 4,0 ng/mL. Jika angka AMH berada di bawah 1,0 ng/mL, cadangan sel telur sudah dianggap rendah.
Momen persalinan pada 2 Juli 2026 itu diakui dr Benny sebagai salah satu momen paling emosional sepanjang kariernya sebagai dokter spesialis kandungan. Dokter Benny mengaku tidak kuasa menahan air mata dan terpaksa melakukan tindakan operasi dengan mata yang sembab karena ikut larut dalam kebahagiaan sang pasien.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kisah Haru dari Sumenep: 22 Tahun Menanti Momongan, Dianugerahi Bayi Kembar"
