Hagia Sophia

06 January 2023

Ini Fenomena Astronomi yang Akan Muncul di 2023

Fenomena Astronomi 2023, Ada 4 Kali Gerhana. Foto: AP Photo/Hatem Moussa

Para pencinta astronomi pastinya sudah berburu fenomena langka untuk diamati di tahun 2023. Di antara sejumlah fenomena astronomi yang akan hadir, akan ada empat kali gerhana.

Namun, seperti dikutip dari laman Edukasi Sains Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hanya tiga gerhana yang bisa dilihat dari Indonesia. Berikut ini fenomena gerhana Matahari dan Bulan di 2023.



Gerhana Matahari Hibrida - 20 April 2023

Gerhana Matahari hibrida adalah gerhana Matahari cincin dan gerhana Matahari total yang terjadi dalam satu waktu fenomena gerhana secara berurutan.

Yang menarik, gerhana Matahari ini bertepatan dengan itjimak Syawal, yang menandai akhir Ramadan menuju awal bulan Syawal yang menjadi penanda datangnya Idul Fitri bagi umat Muslim.

Sayangnya tidak semua wilayah Indonesia akan mengalami gerhana Matahari ini pada tanggal 20 April. Hanya sebagian wilayah Indonesia Timur yang akan mengalaminya, mulai pukul 11.47 WIT, khususnya di daerah Kepulauan Maluku, yaitu Kepulauan Leti, Kepulauan Watubela, dan Kepulauan Damar. Selain itu juga akan melalui daerah Papua Barat dan Biak.

Gerhana Bulan Penumbra - 6 Mei 2023

Gerhana Bulan penumbra adalah gerhana saat seluruh bagian Bulan berada di bagian penumbra. Berbeda dengan gerhana Bulan total, gerhana Bulan penumbra masih menampakkan Bulan, namun warnanya redup.

Gerhana Bulan penumbra akan dimulai pada 5 Mei 2023 pukul 22.14.08 WIB/23.14.08 WITA/00.14.08 WIT dan akhir gerhana akan terjadi keesokan harinya, 6 Mei 2023 pukul 02.31.40 WIB/03.31.40 WITA/04 31 40 WIT.

Gerhana Matahari cincin - 15 Oktober 2023

Gerhana Matahari cincin adalah gerhana yang terjadi ketika Bumi terkena lanjutan umbra Bulan. Artinya, gerhana Matahari cincin terjadi jika panjang kerucut bayangan umbra Bulan tidak sampai permukaan Bumi.

Sehingga, yang menutupi permukaan Bumi adalah perpanjangan umbra Bulan dan daerah yang dikenainya mengalami gerhana cincin. Hal ini dapat terjadi pada saat Bulan berada pada titik aphelion, yaitu titik terjauh Bulan dari Bumi.

Namun gerhana Matahari cincin 15 Oktober 2023 tidak dapat disaksikan di Indonesia. Laman Edukasi Sains BRIN menjelaskan, hal ini dikarenakan Indonesia tidak terkena bayangan antumbra maupun penumbra Bulan.

Gerhana Bulan sebagian - 29 Oktober 2023

Gerhana Bulan sebagian adalah gerhana saat Bumi tidak seluruhnya menghalangi Bulan dari sinar Matahari. Puncak gerhana Bulan sebagian ini dapat diamati tanggal 29 Oktober 2022 pukul 03.14 di seluruh Indonesia.

Fenomena gerhana Bulan sebagian 29 Oktober 2023 bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia. Terutama ketika fase awal penumbra, awal sebagian dan puncak gerhana pada sekitar pukul 01.01.44 WIB/02.01.44 WITA/03.01.44 WIT.























Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Fenomena Astronomi 2023, Ada 4 Kali Gerhana"