Hagia Sophia

09 July 2023

Jenazah Einsten Dikremasi, Otaknya Dipakai untuk Penelitian

Albert Einstein. (Foto: getty images)

Fisikawan legendaris Albert Einstein meninggal karena aneurisma perut pada usia 76 tahun pada 18 April 1955. Jenazahnya dikremasi dan abunya disebar di lokasi yang dirahasiakan.

Namun, bagian otaknya tidak ikut dikremasi. Sampai akhirnya, ahli patologi rumah sakit Princeton bernama Thomas Stoltz Harvey mengeluarkan otak Einstein dari tubuhnya, dan memotongnya menjadi 240 bagian.

Sebagian besar potongan otak itu disimpan dan diawetkan untuk keperluan pribadi lebih dari 40 tahun. Namun, sekitar 170 dari potongan otak Einstein itu dikembalikan ke University Medical Center of Princeton.

Sebanyak 46 potongan tipis jaringan otak Einstein dipajang di Museum Sejarah Medis Mütter di Philadelphia. Namun, banyak potongan lainnya yang masih hilang.

Setelah sekian lama mengamati dan menelitinya, Harvey menganggap ada hal luar biasa secara fisik pada otak Einstein. Itu mungkin dapat menjelaskan kejeniusan Einstain.

Di tahun 1955, Harvey memerintahkan beberapa peneliti untuk memotong beberapa bagian otak menjadi 200 irisan jaringan ultra tipis. Masing-masing dipotong tidak lebih dari setengah lebar rambut manusia.

Harvey juga memajang irisan otak Einstein ke slide dan mendistribusikannya ke sejumlah peneliti yang tidak diketahui, tanpa izin dari keluarga Einstein. Ia membawa sebagian besar sisa otak itu di dalam toples melintas AS dan sebagian Kanada.

Beberapa waktu kemudian, Harvey kembali memindahkan bagian otak yang tersisa ke beberapa toples di rumahnya. Meski sampel otak itu sudah dibagikan pada peneliti yang tertarik, Harvey masih menyimpan sebagian besar otak Einstein hingga tahun 1998. Sampai akhirnya, ia mengembalikan sisa potongan otak ke Pusat Medis Universitas Princeton.

Nasib Keberadaan Otak Einstein

Saat ini, para ilmuwan hanya diperbolehkan melihat otak jenius jika mereka memberikan proposal yang sangat menarik kepada Pusat Medis.

Pada tahun 1985, beberapa studi pertama dipublikasi tentang foto dan sampel potongan otak yang didistribusikan Harvey. Studi ini menemukan adanya perbedaan kecil dalam struktur otak Einstein, dibandingkan dengan kelompok kontrol otak non-jenius.

Ini termasuk alur ekstra di lobus frontal Einstein, yakni bagian dari otak yang terkait dengan memori kerja dan perencanaan dan konsentrasi neuron yang lebih besar di area tertentu, memungkinkan pemrosesan informasi yang lebih cepat.

Sejauh ini, para peneliti yang ditawari irisan otak Einstein oleh Harvey sudah mengembalikannya lagi. Sementara, sebagian yang dikirim Harvey tidak pernah ditemukan lagi.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tak Pernah Dikubur, Otak Einsten Dipotong Jadi Ratusan-Dibuat Penelitian Ilmiah"