![]() |
| Campak pada anak. (Foto: iStock) |
Otoritas Kesehatan Australia Barat (Government of Western Australia Department of Health) mengeluarkan status 'peringatan campak' (Measles Allert) pada 12 Februari 2026.
Peringatan tersebut dikeluarkan menyusul temuan 2 kasus campak di Australia Barat yang 'dibawa' oleh penumpang pesawat dari Indonesia melalui penerbangan Jakarta-Perth pada Sabtu 7 Februari 2026 hingga Minggu 8 Februari 2026.
Menyoroti hal tersebut, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan penumpang tersebut besar kemungkinan berisiko kontak dengan kasus campak di Indonesia dan juga yang ada di bandara Perth dalam waktu pesawat itu mendarat.
"Ada 3 hal yang dapat kita ambil dari kejadian ini. Pertama, bagaimana otoritas kesehatan Australia dengan sangat rinci menelusuri perjalanan penyakit yang masuk negaranya sehingga identifikasi kasus dapat dengan cermat dilakukan," kata Prof Tjandra dalam keterangannya yang diterima detikcom, Sabtu (21/2/2026).
"Kedua, informasi kepada warga juga amat rinci tentang kemungkinan penularan, baik tempat maupun waktunya sampai ke menitnya. Dua hal ini tentu dapat jadi benchmark untuk penyelidikan epidemiologik (PE) yang amat baik," sambungnya.
Prof Tjandra juga menyoroti bagaimana otoritas kesehatan setempat dalam melakukan monitoring setidaknya sampai 26 Februari 2026, sesuai dengan masa inkubasi dan perjalanan penyakit ini.
"Ketiga, karena kasusnya datang dengan pesawat dari Jakarta maka tentu sebaiknya dilakukan juga kewaspadaan di dalam negeri. Di mana kasusnya tinggal atau bekerja, bagaimana status imunisasi campaknya, apakah ada penularan di sekitarnya di Indonesia," tutupnya.
Gejala Campak
Berikut adalah gejala-gejala campak, dikutip dari Government of Western Australia Department of Health.
- Demam
- Kelelahan
- Pilek
- Batuk
- Mata merah dan perih.
- Ruam bercak merah yang muncul 3-4 hari kemudian, biasanya dimulai di wajah sebelum menyebar ke seluruh tubuh; ruam dapat berlangsung selama 4-7 hari.
Pengidap campak biasanya merasa sangat tidak enak badan, dan beberapa mungkin harus dirawat di rumah sakit. Komplikasi yang mungkin terjadi termasuk pneumonia, dan ensefalitis (radang otak), tapi lebih jarang.
Mereka yang sebelumnya telah divaksinasi masih dapat terkena campak, namun infeksinya biasanya lebih ringan dan tidak berlangsung lama. Orang yang terinfeksi campak menular (mampu menularkan virus kepada orang lain) mulai satu hari sebelum gejala muncul hingga empat hari setelah ruam muncul.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Australia Temukan Virus Campak 'Bawaan' dari Indonesia, Pakar Soroti Hal Ini"
