![]() |
| Foto: Shutterstock |
Pola makan modern yang didominasi oleh makanan cepat saji atau junk food sering kali disebut sebagai pemicu berbagai masalah kesehatan perempuan, termasuk kista ovarium. Dokter menyebut meski tidak semua jenis kista dipicu oleh gaya hidup, kaitan antara nutrisi dan pertumbuhan massa di ovarium adalah hal yang nyata, terutama pada jenis kista tertentu.
Dokter spesialis obgyn Dr dr Andon Hestiantoro, SpOG-KFER, membedakan kista menjadi beberapa jenis. Jika kista tersebut bersifat neoplastik (pertumbuhan sel abnormal yang murni karena faktor genetik atau seluler), gaya hidup biasanya tidak memegang peran utama. Namun, lain cerita berbeda jika terkait kista endometriosis.
"Gaya hidup itu biasanya berkaitan dengan endometriosis. Jadi kalau gaya hidup yang baik, olahraga yang teratur, asupan yang tidak tinggi kalori, bukan junk food, itu sebenarnya sudah dapat dimanfaatkan untuk menjaga timbulnya kista endometriosis," tuturnya saat diwawancarai detikcom ditulis Sabtu (21/2/2026).
Kaitan antara junk food dan kista endometriosis terletak pada sifat makanan tersebut yang memicu peradangan atau inflamasi sistemik. Dalam jurnal "Influence of Diet on the Risk of Endometriosis", makanan cepat saji umumnya tinggi akan lemak trans dan lemak jenuh yang menurut jurnal dapat meningkatkan kadar sitokin pro-inflamasi dalam tubuh.
Peradangan kronis inilah yang kemudian memperburuk kondisi jaringan endometrium dan memicu pertumbuhan kista cokelat atau kista endometriosis yang sering menimbulkan nyeri hebat.
Jenis Makanan Bisa Pengaruhi Munculnya Kista
Selain memicu peradangan, junk food yang kaya akan gula tambahan dan karbohidrat rafinasi dapat menyebabkan lonjakan kadar insulin dalam darah. Kondisi hiperinsulinemia ini dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi. Berdasarkan studi dalam jurnal "Nutrition in the Management of Ovarian Cysts", kadar insulin yang tinggi dapat menstimulasi ovarium untuk memproduksi lebih banyak hormon androgen dan mengganggu regulasi estrogen.
Ketidakseimbangan hormon inilah yang menjadi bahan bakar utama bagi tumbuhnya kista fungsional di ovarium.
Lebih lanjut, dr Andon menekankan bahwa menjaga berat badan melalui diet sehat bukan hanya soal estetika, tapi soal menjaga fungsi organ reproduksi. Penumpukan lemak tubuh akibat konsumsi kalori berlebih dari junk food dapat memicu obesitas sentral. Jaringan lemak ini sebenarnya aktif secara metabolik dan bisa memproduksi estrogen tambahan.
Jika kadar estrogen dalam tubuh terlalu dominan (estrogen dominance), risiko pertumbuhan kista jinak hingga tumor rahim akan meningkat secara signifikan.
Sebagai langkah preventif, dr. Andon menyarankan para perempuan untuk lebih selektif dalam memilih asupan harian. Mengganti junk food dengan makanan utuh (whole foods) yang kaya serat, antioksidan, dan omega-3 dapat membantu tubuh melawan stres oksidatif.
"Makanan sehat itu sebenarnya sudah dapat dimanfaatkan untuk menjaga (kesehatan reproduksi)," pungkas dr. Andon.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Doyan Makan Junk Food Picu Kista Ovarium? Begini Penjelasan Dokter Obgyn"
