Hagia Sophia

24 February 2026

Australia Temukan Kasus Campak dari Pelancong Asal Jakarta

Foto: iStock

Otoritas kesehatan Australia kini dalam kondisi siaga setelah mengonfirmasi temuan kasus campak (measles) terbaru yang dibawa oleh seorang pelancong asal Jakarta, Indonesia. Penyakit yang sangat menular ini memicu peringatan publik di negara bagian New South Wales (NSW) guna mencegah terjadinya wabah lokal.

Kronologi Penemuan Kasus

Dikutip dari Otoritas Kesehatan Australia Barat (Government of Western Australia Department of Health) pasien diketahui berangkat dari Jakarta pada Sabtu malam, 7 Februari 2026 dan mendarat di Terminal 1 Bandara Perth pada Minggu dini hari, 8 Februari 2026, sekitar pukul 00.40 dan menghabiskan waktu hingga pukul 01.30 untuk proses imigrasi serta pengambilan bagasi.

Aktivitas pasien berlanjut pada Minggu siang, pasien diketahui menghadiri kegiatan di Oikos Church yang berlokasi di Myaree antara pukul 11.30 hingga 14.15.

Pada sore harinya sekitar pukul 17.30 hingga 19.00, pasien juga sempat mengunjungi Chopsticks Viet Restaurant di Northbridge untuk makan malam. Tak lama setelah rangkaian aktivitas tersebut, pasien mulai menunjukkan gejala medis yang kemudian dikonfirmasi oleh laboratorium sebagai infeksi campak aktif.

Pemantauan Ketat Lokasi Publik

Menanggapi temuan ini, pihak WA Health kini memantau ketat seluruh lokasi publik yang pernah didatangi pasien. Mengingat virus campak dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan, masyarakat yang berada di lokasi dan waktu yang sama diminta untuk memantau kesehatan mereka secara mandiri hingga tanggal 26 Februari 2026.

Area seperti gereja dan restoran menjadi perhatian utama petugas karena adanya interaksi jarak dekat dalam durasi yang cukup lama.

Masyarakat diminta waspada jika mengalami gejala awal berupa demam tinggi, batuk, hidung meler, dan mata merah, yang biasanya diikuti oleh munculnya ruam merah bintik-bintik beberapa hari kemudian.

Sorotan Pakar RI

Menanggapi kejadian ini, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, menilai penumpang tersebut memiliki risiko tinggi melakukan kontak dengan kasus campak, baik saat masih berada di Indonesia maupun saat berada di Bandara Perth.

Prof Tjandra menekankan tiga poin penting yang bisa dipelajari dari penanganan otoritas Australia. Pertama, ia memuji ketajaman investigasi otoritas Australia dalam menelusuri riwayat penyakit dengan sangat rinci. Kedua, transparansi informasi kepada warga mengenai lokasi dan waktu penularan hingga detail menitnya dinilai sangat luar biasa.

"Dua hal ini tentu dapat menjadi benchmark atau tolak ukur penyelidikan epidemiologik (PE) yang amat baik," ujar Prof. Tjandra dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).

Poin ketiga yang disoroti adalah perlunya kewaspadaan domestik. Mengingat kasus ini berasal dari Jakarta, Prof. Tjandra menyarankan otoritas kesehatan Indonesia untuk segera melacak tempat tinggal atau tempat kerja pasien, memeriksa status imunisasi, serta memantau potensi penularan di lingkungan sekitarnya di Indonesia.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kronologi Australia Temukan Kasus Campak 'Impor' dari Jakarta"