Hagia Sophia

24 February 2026

Tarawih Sambil Tahan Kencing? Ini Kata Pakar Urologi

Foto: Grandyos Zafna

Salat tarawih di bulan Ramadan sering jadi momen yang dinanti. Usai berbuka puasa dan salat isya, umat muslim akan berbondong-bondong menuju masjid untuk mengejar pahala sunnah yang hanya setahun sekali ini.

Di tengah kekhusyukan itu biasanya terjadi kondisi-kondisi metabolisme tubuh seperti kebelet buang air kecil atau kencing. Namun, tidak sedikit yang memilih untuk menahannya karena tidak ingin ketinggalan rakaat.

Dokter spesialis urologi Prof dr Ponco Birowo, SpU, Subsp.And(K), PhD mengatakan sebaiknya seseorang tidak menahan kencing pada aktivitas apapun, termasuk beribadah.

"Misal kapasitas kandung kemihnya 300-500 ml maksimalnya, kalau nahan kencing jadi 600-700 ml. Jadi kalau kandung kemihnya regang, dia bisa terjadi lecet di dalamnya," kata Prof Ponco saat ditemui detikcom, Rabu (19/2/2026).

"Atau nanti pompanya jadi nggak bisa berfungsi dengan baik, bermasalah dengan kencingnya. Kayak balon, kalau kita kembangin, dia nggak bisa kempes lagi jadi harus dipasang kateter," sambungnya.

Pemasangan kateter, lanjut Prof Ponco merupakan cara lanjutan jika seseorang tidak mampu buang air kecil secara normal dan mengosongkan kandung kemih.

"Nah itu harus dipasang kateter. Jadi repot lah nantinya," kata Prof Ponco.

Pada jangka panjang, kebiasaan yang mungkin dianggap sepele ini dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK) karena urine yang menumpuk dapat menjadi media bakteri.

"Infeksi jangka panjang itunya. Dari nahan kencing doang," tutupnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tarawih Sambil Tahan Kencing? Pakar Urologi Ingatkan Bahaya Infeksi Bakteri"