![]() |
| Gorengan jadi hidangan favorit buka puasa. (Foto: Wisma Putra/detikJabar) |
Gorengan menjadi salah satu pilihan takjil yang kerap dikonsumsi masyarakat Indonesia saat berbuka puasa. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah membuat bakwan, tahu isi, hingga pisang goreng hampir selalu hadir di meja saat waktu berbuka.
Namun, sebenarnya bolehkah mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa?
Dokter spesialis penyakit dalam, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, mengatakan makan gorengan saat berbuka pada dasarnya tidak dilarang. Meski demikian, ia menekankan pentingnya memperhatikan kualitas minyak yang digunakan serta membatasi jumlah konsumsinya.
"Konsepnya bukan tidak boleh, tapi pilih gorengan yang digoreng dengan minyak yang bagus, kemudian jangan terlalu berlebihan," kata dr Aru saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.
Menurutnya, gorengan yang dijual di pasaran kerap diolah menggunakan minyak jelantah atau minyak goreng yang dipakai berulang kali. Kebiasaan ini berpotensi meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Karena itu, ia menyarankan agar masyarakat lebih baik membuat gorengan sendiri di rumah dengan minyak yang lebih berkualitas.
Berapa Banyak Jumlah Gorengan yang Aman Dikonsumsi?
dr. Aru menyebut konsumsi dua hingga tiga potong gorengan masih tergolong aman, selama bahan dan minyak yang digunakan berkualitas baik.
"Kalau kita bikin gorengan sendiri di rumah dengan minyak yang baik, kemudian juga dengan bumbu yang baik, dengan tidak pakai pengawet dan segala macam, mungkin lebih sehat," katanya lagi.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Stop Kalap! Ini Batas Aman Makan Gorengan saat Buka Puasa Biar Kolesterol Aman"
