![]() |
| Mohamed Salah menjadi salah satu pemain muslim yang bermain di Liga Inggris (Foto: REUTERS/Phil Noble) |
Premier League atau Liga Inggris membuktikan bahwa mereka adalah kompetisi sepakbola paling inklusif di dunia. Aturan terkait 'jeda buka puasa' di musim ini kembali dilanjutkan.
Dikutip dari BBC, waktu matahari terbenam di Inggris berkisar antara pukul 17.00 hingga 19.00 waktu setempat. Selama periode ini, satu-satunya pertandingan yang mungkin mengalami jeda adalah pertandingan hari Sabtu pukul 17.30 dan pertandingan hari Minggu pukul 16.30 waktu setempat.
Pemain muslim akan mendapatkan waktu sekitar 1-3 menit untuk membatalkan puasanya untuk mengisi ulang energi dan cairan. Permainan akan dihentikan pada saat tendangan gawang, tendangan bebas, atau lemparan ke dalam.
Tidak Hanya Sekadar Toleransi
Kebijakan ini pertama kali dilakukan pada tahun 2021 silam. Saat itu, wasit dan tim setuju laga dijeda pada menit ke-30. Di Inggris ada banyak pemain-pemain muslim seperti Mohamed Salah, William Saliba, Rayan Ait-Nouri hingga Amad Diallo.
Lalu, sepenting apa kebijakan ini, apakah hanya bukti toleransi atau ada alasan medis di baliknya?
Dokter spesialis olahraga dr Andhika Raspati, SpKO menjelaskan saat berpuasa membuat tubuh berada dalam kondisi defisit cairan dan energi. Saat dipadukan dengan aktivitas fisik berat seperti sepak bola profesional, risiko gangguan fisik akan meningkat, seperti dehidrasi.
"Dehidrasi itu dampaknya gede banget. Artinya, dari segi performa bak turun. Orang yang dehidrasi akan mengalami penurunan performa," kata dr Dhika saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/2/2026).
"Kedua dari segi keamanan juga, kalau orang dehidrasi bisa bikin masalah kesehatan yang cukup fatal. Artinya bisa heat exhaustion, bahkan heat stroke. Bisa pingsan orangnya," sambungnya.
Dari sisi performa pemain, tentu Liga Inggris tidak ingin juga kehilangan sisi entertain sepakbola mereka. Pasalnya, dehidrasi para pemain akan mengganggu fokus.
"Secara permainan akan kurang menarik kan kelihatannya. Jadi mungkin lebih lambat, lebih nggak responsif. Jadi ya entertainment-nya juga akan berkurang kalau pemainnya dehidrasi," katanya.
"Saya rasa cukup masuk akal untuk diadakan sebuah jeda minum untuk buka puasa," tutupnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Liga Inggris Terapkan Aturan 'Jeda Buka Puasa', Ini Dampaknya ke Pemain"
