Hagia Sophia

23 February 2026

Kisah Pria Mati Perlahan dengan Satu Organ Berfungsi

Kisah Ouchi yang meninggal dengan proses mengerikan. (Foto: Komunitas Muda Nuklir Nasional)

Pria di Jepang bernama Hisashi Ouchi meninggal dalam kondisi yang sangat menyiksa. Pada tahun 1999, ia mengalami kecelaan radioaktif sehingga organ-organ tubuhnya hancur secara perlahan.

Dikutip dari Lad Bible, semua berawal pada 30 September 1999 ketika Ouchi memulai giliran kerjanya di Pembangkit Nuklir Tokaimura, Jepang. Bersama dua orang rekannya bernama Masato Shinohara dan Yukata Yokokawa, ia mendapat tugas berisiko besar yaitu mencampur uranil nitrat dalam sebuah tangki logam besar.

Karena kesalahan perhitungan, reaksi nuklir tak terkendali terjadi dalam ruang tersebut. Masato menyerap radiasi sebesar 10 ribu millisievert (mSv). Sementara itu, Ouchi yang berada paling dekat menerima dosis hingga 17 ribu mSv, padahal batas aman untuk pekerja hanya sampai 20 mSv per orang per tahun.

Ouchi langsung dibawa ke Rumah Sakit Universitas Tokyo dan bertahan hidup selama 83 hari dalam perawatan intensif.

Ketika tiba di rumah sakit, Ouchi terlihat tidak sakit. Namun, dalam beberapa bulan berikutnya kondisi fisik Ouchi menurun drastis. Sel darah putihnya anjlok, membuat sistem kekebalan tubuhnya tak lagi berfungsi sehingga rentan infeksi. Kulitnya juga 'meleleh' akibat paparan radiasi.

Selama dirawat, Ouchi menjalani beragam prosedur seperti transfusi darah, transplantasi sel punca, hingga cangkok kulit berkali-kali. Namun, langkah tersebut tidak bisa menyelamatkan Ouchi.

Pada hari ke-59 dirawat, Ouchi mengalami tiga kali serangan jantung, tapi berhasil dipertahankan. Ia akhirnya meninggal pada 21 Desember 1999 di usia 35 tahun.

Hasil Autopsi Hisashi Ouchi

Hasil autopsi yang pada tubuh Hisashi Ouchi menemukan adanya perubahan organ yang tidak biasa. Tercatat ada sebanyak 2,04 kg darah dalam lambung serta 2,68 kg di dalam usus Ouchi. Ini menunjukkan sistem pencernaan Ouchi berhenti berfungsi.

Selaput lendir yang melapisi organ-organ dalamnya, serta sel punca yang biasanya ada di sumsum tulang belakang juga menghilang.

Satu-satunya organ yang tidak mengalami kerusakan adalah jantungnya. Berbeda dengan sel-sel otot di bagian tubuh lain yang kehilangan seratnya, jantung Ouchi tetap utuh dan tidak rusak.

"Saya meneliti literatur medis dan berdiskusi dengan para dokter klinis, tetapi tidak menemukan alasannya. Apakah ini efek radiasi? Atau efek dari obat-obatan yang digunakan selama perawatan," ucap salah satu dokter autopsi, Shogo Misawa kebingungan.

Penyebab kematian Ouchi akhirnya ditetapkan sebagai kegagalan multi-organ akibat paparan radiasi akut yang sangat parah. Kasusnya tetap menjadi pengingat yang memilukan tentang betapa dahsyatnya dampak radiasi terhadap tubuh manusia.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kisah Kematian Paling Menyakitkan, Pria Mati Perlahan dengan Satu Organ Berfungsi"