![]() |
| Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/anutr tosirikul) |
Kangkung merupakan salah satu sayuran yang sangat populer di meja makan masyarakat Indonesia. Namun, di rumah sakit, sayuran berdaun hijau ini justru hampir tidak pernah ditemui dalam menu makanan pasien rawat inap.
Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Hana Fitria Navratilova, PhD, menjelaskan bahwa pemilihan menu di rumah sakit dilakukan dengan sangat selektif. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan pangan sekaligus memastikan gizi yang diberikan sesuai dengan berbagai kondisi klinis pasien.
Dikutip dari laman IPB University, Hana mengatakan kangkung dan sayuran berdaun hijau lainnya jarang disajikan bukan tanpa alasan medis. Sayuran jenis ini cenderung memiliki kandungan purin yang tinggi, yang bisa berisiko bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu.
Selain purin, kandungan oksalat dan nitrat pada sayuran berdaun juga menjadi pertimbangan utama. Pembatasan ini dilakukan untuk menghindari komplikasi atau perburukan kondisi pada pasien yang sedang dalam masa perawatan intensif.
"Secara umum sayuran berdaun memang jarang disajikan pada menu rumah sakit karena selain alasan praktis seperti penyimpanan dan pengolahan, juga sayuran berdaun cenderung tinggi purin," ujarnya.
Kendala Praktis dan Penyimpanan
Selain faktor medis, ada alasan teknis yang membuat rumah sakit menghindari kangkung. Sayuran berdaun hijau dikenal tidak tahan lama dan harus segera diolah setelah diterima agar kualitasnya tidak menurun.
"Sayuran berdaun memang jarang disajikan karena alasan praktis seperti penyimpanan dan pengolahan. Selain itu, sayuran berdaun mengalami penyusutan volume yang signifikan setelah dimasak, sehingga kurang ideal saat penyajian," beber Dr Hana.
Oleh karena itu, pihak rumah sakit biasanya lebih memilih jenis sayuran yang lebih stabil, mudah dikelola, dan aman dikonsumsi oleh mayoritas pasien dengan berbagai diagnosis.
Selama ini, muncul anggapan bahwa kangkung dilarang di rumah sakit karena kekhawatiran akan kontaminasi logam berat. Namun, Dr Hana menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah alasan utama. Meskipun logam berat bersifat kontaminan yang berbahaya jika dikonsumsi jangka panjang, risiko ini tidak hanya ada pada kangkung, tetapi juga pada bahan pangan lain seperti beras dan makanan laut (seafood).
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ternyata Ini Alasan Sayur Kangkung Jarang Jadi Menu Pasien di Rumah Sakit"
