Hagia Sophia

06 March 2026

Arkeolog Temukan Struktur Buatan Manusia Tertua di Dunia di Yunani

Foto: Archaeology.wiki

Jauh sebelum piramida Mesir berdiri dan ribuan tahun sebelum lahirnya peradaban modern, manusia purba ternyata sudah membangun struktur buatan untuk bertahan hidup. Para arkeolog menemukan struktur buatan manusia tertua di dunia yang usianya diperkirakan lebih dari 23.000 tahun, atau sekitar tiga kali lebih tua dari piramida Mesir.

Struktur kuno ini ditemukan di Gua Theopetra, wilayah Thessaly, Yunani. Bentuknya berupa dinding batu sederhana yang disusun dari batu-batu tak beraturan dan tanah liat, terletak di bagian mulut gua. Meski tampak sederhana, temuan ini mengubah pandangan ilmuwan tentang kecerdasan dan kemampuan adaptasi manusia purba.

Penanggalan menunjukkan dinding tersebut dibangun pada masa Zaman Es Terakhir (Last Glacial Maximum), ketika suhu di Eropa jauh lebih dingin dari sekarang. Para peneliti meyakini struktur ini dibuat untuk menutup sebagian pintu gua, menghalangi angin dingin ekstrem, dan menciptakan ruang yang lebih hangat bagi para penghuninya.

"Bukti ini menunjukkan bentuk awal perencanaan arsitektural," kata Dr. Catherine Kyparissi-Apostolika, arkeolog sekaligus Direktur Penggalian Gua Theopetra, dikutip dari Indian Defence Review.

"Ini membuktikan bahwa manusia Paleolitikum mampu memodifikasi lingkungannya dengan cara yang jauh lebih kompleks dari yang sebelumnya kita bayangkan," sambungnya.

Penemuan ini penting karena selama ini bangunan tertua yang sering disebut berasal dari masa jauh lebih muda, seperti Göbekli Tepe di Turki yang berusia sekitar 11.500 tahun. Struktur di Gua Theopetra menunjukkan bahwa konsep 'membangun' sudah dikenal manusia puluhan ribu tahun sebelumnya, meski belum dalam bentuk kota atau monumen.

Gua Theopetra merupakan situs arkeologi yang sangat istimewa. Lapisan sedimennya merekam jejak hunian manusia selama lebih dari 130 ribu tahun, dari era Neanderthal hingga manusia modern awal. Di lokasi yang sama, para arkeolog juga menemukan alat batu, sisa api unggun, perhiasan dari cangkang, hingga jejak kaki manusia purba.

Temuan dinding berusia 23 ribu tahun ini memperkuat pandangan bahwa manusia purba bukan sekadar pemburu-pengumpul pasif, melainkan makhluk cerdas yang mampu merancang solusi teknis untuk bertahan di lingkungan ekstrem. Bahkan tanpa logam, tanpa mesin, dan tanpa tulisan, mereka sudah memahami cara mengubah alam demi kelangsungan hidup.

























Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Lebih Tua dari Piramida, Struktur Buatan Manusia Ini Berusia 23 Ribu Tahun"