Hagia Sophia

06 March 2026

Tips Atasi Rasa Takut dan Cemas Akibat Perang dari Psikiater

Ilustrasi (Foto: Getty Images/D-Keine)

Ramainya pemberitaan soal konflik dan perang belakangan ini turut memicu reaksi beragam di media sosial. Tak sedikit warganet yang mengaku merasa panik dan cemas setelah terus-menerus mengikuti perkembangan situasi, baik melalui televisi maupun linimasa digital.

"GW TAKUT INDONESIA PERANG, kita punya senjata ga si?" demikian kata salah satu pengguna X @Cindy**********

"Lihat berita serang menyerang, khawatir pecah perang Dunia, gimana generasi berikutnya ini, apalagi yang masih kecil. Semoga semuanya dapat teratasi dengan paling baik dan benar. Tidak mau ada yang menang atau kalah. Maunya Damai," kata pengguna X lainnya @Lusi*****

Menurut dokter spesialis kesehatan jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ, paparan berita konflik yang muncul hampir setiap jam dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang.

Menurutnya, meski peristiwa terjadi jauh dari tempat tinggal, otak tetap dapat merespons informasi tersebut seolah-olah ancaman berada di sekitar. Respons ini memicu ketegangan fisik maupun mental.

Dampaknya bisa beragam, mulai dari sulit tidur, mudah gelisah, cepat tersinggung, hingga muncul perasaan bahwa dunia tidak lagi aman. Pada anak-anak, paparan berita perang yang berulang juga dapat menimbulkan rasa takut.

"Kalau dibiarkan, ini bisa membuat suasana rumah jadi ikut tegang," ucapnya saat dihubungi detikcom, Selasa (3/3/2026).

Untuk mencegah kecemasan berlarut-larut, dr Lahargo menyarankan untuk lebih bijak dalam mengonsumsi informasi.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah membatasi waktu membaca atau menonton berita, misalnya hanya pada pagi dan sore hari. Menghindari paparan berita menjelang waktu tidur juga penting agar kualitas istirahat tidak terganggu.

Selain itu, disarankan memilih sumber informasi yang jelas dan kredibel, serta tidak sensasional. Setelah membaca berita, penting untuk melakukan aktivitas yang menenangkan, seperti berbincang dengan keluarga, berolahraga ringan, berdoa, atau melakukan latihan pernapasan dalam beberapa kali.

"Ingat, kita tidak harus tahu semua detail setiap jam. Ikuti beritanya secukupnya, jangan bawa tegangnya seharian," tegasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Cemas-Panik Melihat Berita Perang? Psikiater Bagikan Cara Mengatasinya"