Hagia Sophia

06 March 2026

Keluhan Awal Pria Idap Diabetes Tipe 1

Pria idap diabetes tipe 1 (Foto: @rexiedgarr/Instagram (Atas izin yg bersangkutan))

Seorang pria berusia 23 tahun di Denpasar, Bali, Rexi Edgar, membagikan kisahnya setelah didiagnosis diabetes melitus tipe 1. Ia mengetahui kondisi tersebut pada 26 Maret 2018, yang menjadi titik balik dalam hidupnya.

Kepada detikcom, Rexi mengatakan mengalami penurunan berat badan drastis hingga hampir 20 kilogram meski tidak sedang menjalani diet. Ia juga merasakan haus berlebihan yang sulit hilang, sering buang air kecil bahkan hingga terbangun pada malam hari, serta merasa lemas berkepanjangan. Gejala tersebut muncul perlahan dan semakin memburuk selama beberapa bulan.

"Aku didiagnosis diabetes tipe 1 and nope, ini bukan karena gaya hidup atau kebanyakan makan manis. ini kondisi autoimmune atau genetik, di mana sistem imun aku menyerang pankreasku sendiri sehingga tidak bisa lagi memproduksi insulin," ucapnya, dikutip dari Instagram @rexiedgarr, atas izin yang bersangkutan, Selasa (3/3/2026).

Lantaran ada yang tak beres dengan tubuhnya, Rexi memutuskan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan, kadar gula darah puasa (GDP) dan Hemoglobin A1c (HbA1c) miliknya diketahui sangat tinggi hingga akhirnya dokter memastikan diagnosis diabetes tipe 1.

Kondisi tersebut berdampak besar secara fisik dan mentalnya. Ia harus menyuntikkan insulin hingga empat kali sehari serta menghadapi fluktuasi kadar gula darah. Namun, seiring waktu, Rexi mulai beradaptasi dan berdamai dengan penyakitnya.

"Fast forward to 8 years later, aku memang belum sembuh, dan mungkin tidak akan? but i'm totally fine. butuh waktu 5 tahun buat benar-benar berdamai, dan justru kondisi ini yang nge-push aku buat hidup lebih baik," ucapnya saat dihubungi detikcom, Selasa (3/3).

Kini ia mampu menjalani aktivitas seperti biasa dengan pengelolaan gula darah yang ketat. Ia rutin memantau kadar gula darah setiap hari dan tetap menjalani terapi insulin. Selama kadar gula darah terkontrol dalam rentang normal, ia dapat beraktivitas tanpa keluhan berarti.

Ia juga aktif berolahraga, termasuk rutin ke gym dan mengikuti lomba lari half marathon.

"Sekarang aku bisa rutin ngegym, bisa lari half marathon, punya badan yang ideal, aktif volunteering mengajar anak-anak di sekolah minggu, dan bahkan dengan kondisiku ini banyak orang yang menjadi terinspirasi," lanjutnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Viral Pria Usia 23 di Denpasar Idap Diabetes Tipe 1, Awalnya Keluhkan Gejala Ini"