Hagia Sophia

06 March 2026

Kisah Pria Pertama di Dunia yang Terima Donor Ginjal dari Babi dan Manusia

Tim Andrews. (Foto: Facebook/ Mass General Brigham)

Seorang pria di Amerika Serikat yang menerima donor ginjal dari babi dan manusia pertama di dunia akhirnya buka suara soal pengalamannya. Ia menceritakan bagaimana prosedur tidak biasa itu pada akhirnya menyelamatkan hidupnya.

Pria bernama Tim Andrews itu menjalani prosedur kontroversial setelah dua tahun hidup dengan gagal ginjal akibat diabetes. Selama sakit, ia harus menjalani dialisis atau cuci darah enam jam setiap hari sebagai pengganti fungsi ginjal untuk menyaring darah.

Setelah enam bulan terbaring di kursi roda, Andrews mengalami serangan jantung. Kondisi ini yang membuatnya mulai mencari alternatif lain.

Sampai pria 67 tahun asal New Hampshire, Amerika Serikat, itu menemukan artikel tentang seorang pria yang menerima transplantasi organ babi hasil rekayasa genetika pada 2024.

Transplantasi Pertama dengan Ginjal Babi

Andrews pertama kali menjalani transplantasi ginjal dengan donor dari babi. Ia mengetahui metode ini setelah membaca kisah Richard Slayman yang menjalani operasi di Massachusetts General Hospital, Boston.

Meski operasi Slayman dinyatakan berhasil, ia meninggal dunia akibat serangan jantung dua bulan kemudian. Dokter memastikan ginjal tersebut berfungsi dengan baik saat itu.

Andrews langsung menghubungi rumah sakit untuk mempertimbangkan dirinya sebagai kandidat xenotransplantasi, yakni proses penggabungan sel manusia dan hewan, seperti transplantasi organ hewan ke tubuh manusia. Ia diminta menjalani terapi fisik selama berbulan-bulan guna menekan risiko penolakan organ.

Akhirnya, Andrews menjalani operasi selama tiga jam pada 25 Januari 2025. Seminggu kemudian, Andrews dipulangkan dan diminta mengonsumsi 51 jenis obat berbeda untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, agar ginjal babi dapat terintegrasi.

Reaksi Penolakan Mulai Terjadi

Namun, beberapa bulan kemudian Andrews menunjukkan tanda-tanda penolakan terhadap ginjal yang ia beri nama 'Wilma' itu. Menurut American Kidney Fund, tanda penolakan yang bisa muncul meliputi demam, kelelahan, kenaikan berat badan, pembengkakan pergelangan kaki, tekanan darah tinggi, serta frekuensi buang air kecil yang berkurang.

Hidup dengan ginjal yang tidak berfungsi dapat berdampak serius pada kesehatan, dan berujung fatal jika tanpa intervensi cepat.

Setelah mencatat rekor 271 hari hidup dengan ginjal babi, 'Wilma' akhirnya diangkat melalui operasi pada Oktober di tahun yang sama.

"Selama 271 hari, kami berjuang dan terus berjuang. Saya tahu, mungkin seminggu sebelum mereka akan mengeluarkannya, bahwa dia (Wilma) sudah menyerah," beber Andrews, dikutip dari Unilad.

"Dia tidak mampu berjuang lagi," tambahnya.

Akhirnya Dapat Donor Ginjal dari Manusia

Setelah prosedur transplantasi ginjal babi gagal, Andrews kembali menjalani dialisis yang membuatnya merasa sakit terus-menerus. Hingga pada 12 Januari 2026, ia mendapat kabar bahwa tersedia ginjal manusia untuknya.

Andrews pun menjadi orang pertama yang menjalani transplantasi ginjal manusia, setelah donor dari hewan itu gagal.

Perjalanan belum sepenuhnya mudah. Kini, ia harus mengonsumsi 20 obat anti-penolakan organ, serta rutin memantau kadar gula darah akibat dampak transplantasi terhadap produksi insulin.

Meski begitu, Andrews yakin kondisinya akan segera membaik.

Tak lupa, Andrews juga ikut turut berduka cita pada keluarga donor ginjalnya. Hal ini ia sampaikan melalui pesan Facebook kepada keluarga donornya.

"Saya turut berduka cita atas kehilangan Anda. Ini pasti menyakitkan, tetapi saya di sini untuk memberitahu Anda, donasi ginjal telah menyelamatkan hidup saya, dan Anda telah memberi harapan kepada jutaan orang," tulisnya.

"Anggota keluarga Anda adalah seorang pahlawan. Dia adalah pahlawan, bukan hanya bagi saya, tetapi bagi seluruh dunia," tutup Andrews.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kesaksian Pasien Pertama di Dunia yang Terima Donor Ginjal dari Babi dan Manusia"