![]() |
| Foto: Ilustrasi kanker pankreas (Getty Images/Panuwat Dangsungnoen) |
Kanker pankreas adalah salah satu jenis kanker yang paling sulit didiagnosis sejak dini. Organ kecil yang terletak jauh di belakang lambung ini berperan penting dalam proses pencernaan serta pengaturan kadar gula darah. Karena letaknya yang tersembunyi, tumor di pankreas dapat berkembang selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, tanpa menimbulkan gejala yang khas.
Menurut US National Cancer Institute, kanker pankreas sering kali baru terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium lanjut karena gejala awalnya tidak spesifik dan dapat menyerupai berbagai kondisi lain. Gejala seperti penyakit kuning, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, dan gangguan pencernaan dapat menjadi petunjuk awal.
Dikutip dari laman Times of India, dokter spesialis gastroenterologi yang menempuh pendidikan di Harvard, Stanford, dan AIIMS, Dr Saurabh Sethi, mengungkapkan tujuh tanda awal yang patut diwaspadai. Munculnya gejala-gejala ini tidak serta-merta berarti seseorang menderita kanker pankreas. Namun, jika terjadi tanpa penyebab yang jelas, gejala tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
1. Gatal yang Tidak Kunjung Hilang
Banyak orang mengaitkan rasa gatal dengan alergi, kulit kering, atau perubahan cuaca. Namun, gatal yang menetap di seluruh tubuh terkadang dapat menjadi tanda adanya gangguan pada hati atau pankreas.
Dalam beberapa kasus, tumor dapat menyumbat saluran empedu sehingga garam empedu menumpuk di dalam aliran darah. Kondisi ini dapat memicu rasa gatal yang hebat, bahkan sebelum kulit berubah menjadi kuning.
Gejala ini sering kali sulit dikenali karena tidak selalu disertai ruam. Kulit tampak normal, tetapi rasa gatal terus berlanjut dan sulit diabaikan.
2. Tiba-tiba Sulit Makan
Sesekali merasa tidak nyaman setelah mengonsumsi makanan tertentu merupakan hal yang wajar. Namun, jika tiba-tiba muncul ketidaksukaan terhadap makanan yang sebelumnya tidak pernah menjadi masalah, kondisi tersebut perlu diperhatikan.
Sebagian orang mengalami mual setelah makan, sementara yang lain kehilangan nafsu makan atau cepat merasa kenyang meski baru mengonsumsi sedikit makanan. Pankreas menghasilkan enzim yang membantu mencerna makanan. Ketika organ ini terganggu akibat adanya tumor, proses pencernaan dapat berubah secara perlahan.
Mual yang berlangsung terus-menerus, hilangnya nafsu makan tanpa sebab yang jelas, atau munculnya intoleransi terhadap makanan secara tiba-tiba sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai gangguan lambung biasa atau akibat stres tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
3. Kulit atau Bagian Putih Mata Menguning
Penyakit kuning atau jaundice merupakan salah satu tanda kanker pankreas yang paling dikenal.
Kondisi ini terjadi ketika tumor menyumbat saluran empedu sehingga aliran empedu terganggu. Akibatnya, bilirubin menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan kulit maupun bagian putih mata berubah menjadi kuning.
Beberapa orang juga mengalami urine yang berwarna lebih gelap serta tinja yang tampak lebih pucat.
Penyakit kuning mungkin muncul lebih awal apabila tumor berkembang di bagian kepala pankreas. Sementara itu, tumor yang tumbuh di bagian pankreas lainnya dapat berkembang lebih lama sebelum menimbulkan gejala ini.
Munculnya penyakit kuning secara tiba-tiba merupakan kondisi yang memerlukan pemeriksaan medis segera.
4. Nyeri Tumpul yang Menetap di Bagian Tengah Punggung
Nyeri punggung merupakan keluhan yang umum, terutama pada orang yang duduk terlalu lama atau sering mengangkat beban berat. Namun, nyeri punggung akibat kanker pankreas memiliki karakteristik yang berbeda.
Rasa nyeri biasanya berupa nyeri tumpul yang menetap di bagian tengah punggung dan tidak membaik meski sudah beristirahat atau mengonsumsi obat pereda nyeri.
Karena pankreas berada jauh di dalam rongga perut dan berdekatan dengan sejumlah saraf, nyeri akibat pertumbuhan tumor dapat menjalar hingga ke punggung.
Gejala ini kerap disalahartikan sebagai ketegangan otot, postur tubuh yang buruk, atau proses penuaan. Jika nyeri punggung yang menetap disertai penurunan berat badan, gangguan pencernaan, atau penyakit kuning, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian medis.
5. Tinja Berwarna Pucat, Berminyak, atau Mengapung
Banyak orang merasa enggan membicarakan perubahan pada tinja. Padahal, kondisi ini dapat menjadi salah satu tanda adanya gangguan pada pankreas.
Pankreas berfungsi membantu memecah lemak. Ketika produksi enzim pencernaan berkurang, lemak tidak tercerna dengan baik dan akan keluar bersama tinja. Akibatnya, tinja dapat tampak lebih pucat, berminyak, mengilap, mengapung, dan sulit disiram hingga bersih.
Sebagian orang mengalami kondisi ini selama berbulan-bulan dan menganggapnya hanya akibat makanan yang dikonsumsi. Padahal, perubahan tinja yang berlangsung terus-menerus, terutama jika disertai penurunan berat badan, sebaiknya tidak diabaikan.
6. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab yang Jelas
Berat badan yang turun tanpa disengaja bukanlah sesuatu yang boleh dianggap sepele.
Menurut US National Library of Medicine, penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas merupakan salah satu gejala yang dapat ditemukan pada berbagai jenis kanker, termasuk kanker pankreas. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan perubahan metabolisme tubuh dan menurunnya penyerapan nutrisi.
Turunnya beberapa kilogram berat badan memang tidak selalu menandakan kondisi serius. Namun, apabila penurunan berat badan berlangsung terus-menerus tanpa alasan yang jelas, kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.
7. Diabetes yang Baru Muncul Setelah Usia 50 Tahun
Gejala ini menjadi salah satu tanda peringatan yang paling sering terlewatkan.
Pankreas bertugas memproduksi insulin, yaitu hormon yang mengatur kadar gula darah. Adanya tumor dapat mengganggu proses tersebut sehingga memicu munculnya diabetes sebelum gejala lain berkembang.
Penelitian yang didukung oleh US National Cancer Institute menunjukkan bahwa diabetes yang baru terdiagnosis pada orang berusia di atas 50 tahun terkadang dapat menjadi petunjuk awal adanya kanker pankreas. Meski demikian, sebagian besar penderita diabetes tidak mengalami kanker pankreas.
Apabila seseorang didiagnosis menderita diabetes setelah usia 50 tahun, terutama tanpa faktor risiko yang jelas dan disertai penurunan berat badan, kondisi tersebut sebaiknya menjadi bahan diskusi lebih lanjut dengan dokter.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Dokter Harvard Ungkap Gejala Tersembunyi Kanker Pankreas yang Perlu Diwaspadai"
