Hagia Sophia

19 July 2026

Pakar Identifikasi Kelompok Golongan Darah MAL, Apakah Itu?

Foto ilustrasi: Getty Images/AvigatorPhotographer

Sebuah misteri medis yang tak terpecahkan selama lebih dari 50 tahun akhirnya terkuak. Tim ilmuwan internasional sukses mengidentifikasi sebuah sistem golongan darah baru yang sangat langka, memecahkan teka-teki panjang yang dimulai sejak tahun 1972 silam.

Saat itu, tes darah rutin yang dilakukan pada seorang wanita hamil menunjukkan keanehan medis. Sel darah merahnya kekurangan molekul permukaan spesifik yang dimiliki oleh hampir 99,9 persen populasi manusia di dunia.

Setelah puluhan tahun bikin ilmuwan garuk-garuk kepala, sistem golongan darah baru ini resmi dinamai sistem MAL.

Berawal dari Antigen 'AnWj' yang Lenyap

Selama lima dekade, para ahli hematologi mencoba mencari tahu cetak biru genetik di balik hilangnya molekul misterius tersebut, yang kemudian dinamai antigen AnWj. Titik terang akhirnya muncul berkat kerja keras tim peneliti dari NHS Blood and Transplant dan University of Texas, Bristol.

Tak main-main, sang penulis utama studi sekaligus ahli hematologi, Louise Tilley, bahkan menghabiskan waktu hingga 20 tahun dalam karier sainsnya demi merampungkan proyek ini. Hasil temuan luar biasa mereka resmi dipublikasikan di jurnal Blood.

"Ini merupakan pencapaian besar, dan puncak dari upaya tim yang panjang, untuk akhirnya menetapkan sistem golongan darah baru ini dan mampu menawarkan perawatan terbaik kepada pasien yang langka, tetapi penting," ujar Tilley dalam laporannya, dikutip dari laman Futura Science.

Menyoal Golongan Darah Ke-47

Bagi masyarakat awam, golongan darah yang familier mungkin hanya sistem ABO dan Rhesus (Rh). Padahal, sel darah merah manusia dilapisi oleh puluhan sistem golongan darah berbeda yang tersusun dari protein dan gula kecil untuk membantu imun mengenali jaringan tubuhnya sendiri.

Antigen AnWj yang sempat hilang tersebut ternyata menempel pada protein khusus bernama myelin and lymphocyte-associated protein (MAL).

Maka dari itu, penemuan ini resmi dinobatkan sebagai sistem golongan darah ke-47 yang pernah diidentifikasi di dunia medis.

Ilmuwan mendeteksi bahwa orang yang kekurangan antigen AnWj umumnya memiliki mutasi pada kedua salinan gen MAL mereka. Uniknya, peneliti juga mendapati adanya pasien yang kekurangan antigen ini meskipun gennya normal, yang mengindikasikan bahwa kelainan darah tertentu juga bisa menonaktifkan fungsi protein tersebut.

Demi mendapatkan bukti yang sahih, tim peneliti mencoba memasukkan gen MAL normal ke dalam sel darah pasien yang negatif AnWj. Hasilnya instan, antigen yang tadinya 'gaib' langsung muncul kembali di permukaan sel.

Jadi Penemuan yang Amat Krusial bagi Nyawa Pasien

Meski jumlah orang dengan golongan darah MAL-negatif ini terhitung sangat sedikit di dunia, penemuannya menjadi tonggak penting dalam dunia transfusi darah. Salah memberikan jenis darah saat transfusi bisa berakibat fatal dan memicu reaksi imun yang luar biasa parah.

Dengan terkuaknya sistem MAL, dokter kini bisa memanfaatkan pengujian genetik untuk menyaring pasien dengan golongan darah langka ini secara presisi.

Langkah ini tidak hanya mendeteksi apakah sifat langka tersebut merupakan warisan genetik atau akibat penyakit lain, tetapi juga memastikan laboratorium medis dapat menyediakan kantong darah yang cocok saat pasien darurat atau menjalani operasi.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ilmuwan Identifikasi Kelompok Golongan Darah MAL, Apa Itu?"