Hagia Sophia

18 July 2026

Tanda Kematian yang Terlihat dari Tangan dan Kaki

Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Asawin_Klabma)

Kematian merupakan momen ketika tubuh berhenti menjalankan seluruh fungsi yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan. Seseorang mengembuskan napas terakhirnya, jantung berhenti berdetak, dan otak tidak lagi berfungsi.

Organ-organ vital lainnya, seperti ginjal dan hati, juga berhenti bekerja. Akibatnya, seluruh sistem tubuh yang bergantung pada organ-organ tersebut ikut berhenti, sehingga tubuh tidak lagi mampu menjalankan proses biologis yang menjadi ciri kehidupan.

Kematian bukanlah peristiwa yang terjadi seketika, melainkan sebuah proses. Memahami kematian sebagai rangkaian perubahan yang terjadi saat seseorang meninggal dapat membantu menjelaskan berbagai perubahan yang dialami tubuh ketika beralih dari kondisi hidup menuju kematian.

Sejak tarikan napas pertama hingga embusan napas terakhir, kehidupan bergantung pada berbagai proses yang dijalankan oleh tubuh. Proses sekarat merupakan tahap terakhir dari seluruh proses biologis tersebut sebelum tubuh akhirnya berhenti berfungsi sepenuhnya.

Tanda Kematian yang Terlihat dari Tangan dan Kaki

Adapun salah satu tanda kematian yang paling mudah dikenali dapat terlihat pada tangan dan kaki. Menurut organisasi perawatan paliatif di Inggris, Marie Curie, tangan, kaki, lengan, dan tungkai sering kali terasa lebih dingin saat disentuh karena sirkulasi darah mulai melambat. Pada fase ini, tubuh memprioritaskan aliran darah ke organ-organ vital.

Berkurangnya aliran darah juga dapat menyebabkan perubahan warna pada kulit (mottling), yakni muncul bercak-bercak yang tampak kebiruan atau kemerahan pada kulit terang, serta keunguan atau kecokelatan pada kulit yang lebih gelap.

Perubahan tersebut umumnya muncul pada tahap akhir kehidupan, mulai dari beberapa hari hingga beberapa jam sebelum seseorang meninggal dunia.

"Perubahan ini merupakan bagian yang normal dan alami dari proses menjelang kematian. Biasanya tidak menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan," jelas para ahli di Marie Curie.

Tak Hanya Tangan, Napas dan Kesadaran Juga Berubah

Perubahan juga dapat terlihat pada pola pernapasan. Menurut Marie Curie, napas seseorang dapat menjadi lebih lambat, tidak teratur, atau lebih dangkal. Penumpukan air liur atau lendir di tenggorokan maupun dada juga bisa menimbulkan suara seperti berderak (death rattle).

Selain itu, banyak orang akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur atau bahkan kehilangan kesadaran sepenuhnya pada jam-jam terakhir kehidupannya. Meski demikian, para ahli meyakini mereka masih mungkin dapat mendengar suara atau merasakan sentuhan.

Tanda fisik lain yang kerap muncul adalah kulit wajah yang tampak lebih pucat dan menyerupai lilin (waxy), disertai otot-otot wajah yang menjadi lebih rileks.

Tanda Ajal Lainnya

Tdur lebih lama dan lebih sering. Pada tahap ini, seseorang juga bisa kehilangan kesadaran sehingga tampak seperti tertidur sangat lelap dan sulit dibangunkan. Meski demikian, mereka mungkin masih dapat mendengar suara atau merasakan sentuhan orang di sekitarnya.
  • Napas terdengar berisik akibat penumpukan cairan, seperti air liur atau lendir, di tenggorokan dan dada.
  • Pola napas menjadi lebih lambat dan tidak teratur. Napas dapat berhenti sesaat, kemudian kembali lagi, atau diselingi jeda yang semakin panjang di antara setiap tarikan napas.
  • Tangan, kaki, lengan, dan tungkai terasa lebih dingin karena aliran darah mulai berkurang ke bagian tubuh tersebut.
  • Warna kulit tampak sedikit kebiruan. Pada orang dengan warna kulit lebih gelap, perubahan ini biasanya lebih mudah terlihat pada bibir, hidung, pipi, telinga, lidah, atau bagian dalam mulut.
  • Kulit tampak belang atau bercak-bercak dengan warna yang berbeda (mottled skin). Pada kulit yang lebih terang, bercak ini dapat terlihat kebiruan atau kemerahan. Sementara pada kulit yang lebih gelap, bercak tersebut biasanya tampak lebih gelap dari warna kulit normal, keunguan, atau kecokelatan.
Fenomena "Death Reach"

Selain perubahan fisik, sebagian perawat yang mendampingi pasien di akhir hayat juga mengamati fenomena yang dikenal sebagai "death reach" atau gerakan meraih menjelang kematian.

Praktisi perawat sekaligus pelatih pendampingan akhir hayat, Katie Duncan, yang memiliki pengalaman bekerja di unit perawatan intensif dan hospice, menjelaskan dalam sebuah video TikTok bahwa banyak pasien yang mendekati ajal tiba-tiba mengangkat tangan atau lengannya, seolah-olah sedang meraih sesuatu di atas mereka.

"Ini adalah salah satu fenomena yang belum bisa dijelaskan," kata Duncan.

"Berdasarkan pengalaman saya mendampingi pasien yang sekarat, gerakan meraih seseorang atau sesuatu di atas mereka merupakan hal yang cukup sering terjadi."

Menurut Duncan, gerakan tersebut kerap dikaitkan dengan apa yang dikenal sebagai visi menjelang kematian (end-of-life visions). Beberapa pasien mengaku melihat cahaya terang, malaikat, anggota keluarga yang telah meninggal, atau hewan peliharaan yang sudah tiada. Namun, ada pula yang hanya mengangkat tangan tanpa mengatakan apa pun.

Bagi keluarga, fenomena ini bisa terasa mengejutkan dan emosional. Namun, Duncan menegaskan bahwa gerakan tersebut tidak menunjukkan pasien sedang mengalami kesakitan atau penderitaan.

"Fenomena ini cukup umum terjadi dan, berdasarkan pengalaman saya, tidak menyebabkan pasien menderita," ujarnya.

Marie Curie menyarankan anggota keluarga untuk tetap berada di sisi pasien, berbicara dengan lembut, menggenggam tangannya, atau mengusap kulitnya secara perlahan, meskipun pasien tampak tidak sadarkan diri. Tindakan sederhana tersebut diyakini tetap dapat memberikan rasa nyaman dan ketenangan.

Berapa Lama Proses Kematian Berlangsung?

Dikutip dari Cleveland Clinic, lama proses menuju kematian berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi kesehatan, pengobatan yang sedang dijalani, serta penyebab kematian.

Sebagai contoh, henti jantung mendadak yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian hanya dalam hitungan menit. Sementara itu, pada penyakit kronis yang berlangsung dalam jangka panjang, proses menuju kematian dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan.

Penyakit yang menjadi penyebab kematian paling umum di dunia, seperti penyakit jantung, penyakit paru kronis, dan kanker, kini sering kali dapat ditangani dengan berbagai terapi. Meski pengobatan tersebut dapat memperpanjang harapan hidup, pada saat yang sama proses menuju kematian juga bisa berlangsung lebih lama. Karena berlangsung secara bertahap, tanda-tanda bahwa kematian sudah mendekat pun umumnya menjadi lebih mudah dikenali.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tanda Kematian Mendekat yang Terlihat di Tangan dan Kaki"