Hagia Sophia

22 January 2023

Kasus Campak Makin Meningkat di Indonesia, Ini Tahapan Gejalanya

Ilustrasi campak (Foto: iStock)

Indonesia sedang mengalami peningkatan kasus campak. Menurut Ikatan Dokter Anak (IDAI), kasus ini melonjak sejak Desember 2022 sebanyak 3.341 dari 31 provinsi. Padahal, setahun sebelumnya kasus campak hanya berjumlah 132 kasus.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso mengatakan peningkatan kasus campak terjadi akibat rendahnya cakupan vaksinasi campak dan penularannya yang lebih cepat dari COVID-19.

Campak adalah infeksi virus dari keluarga paramyxoviridae yang umumnya menyerang anak-anak. Penyakit ini mudah menyebar hingga berakibat fatal. Meskipun sudah tersedia vaksin campak, penyakit ini masih membunuh lebih dari 20 ribu orang per tahun yang didominasi anak-anak.

Tahapan Gejala Campak

Tanda dan gejala campak muncul sekitar 10-14 hari atau 2-3 minggu setelah terpapar virus. Gejala tersebut meliputi:

Masa infeksi dan inkubasi
Pada masa ini, virus campak menyebar di dalam tubuh. Tidak ada tanda atau gejala campak yang spesifik.

Tanda dan gejala nonspesifik
Biasanya pasien mulai mengalami demam ringan sampai sedang yang diikuti batuk terus-menerus, flu, mata meradang (konjungtivitis), dan sakit tenggorokan. Demam ini berlangsung selama 2-3 hari.

Gejala akut dan ruam
Ruam terdiri dari bintik-bintik merah kecil, beberapa di antaranya sedikit timbul pada kulit. Bintik-bintik dan benjolan tersusun rapat sehingga menimbulkan bercak di kulit. Ruam muncul pada wajah terlebih dahulu.

Beberapa hari berikutnya, ruam menyebar ke lengan, dada, punggung, paha, dan kaki. Pasien mengalami demam mencapai 40-41°C.

Pemulihan
Ruam berlangsung sekitar 7 hari. Ruam akan memudar dimulai dari wajah hingga paha dan kaki. Selama pemudaran, pasien mengalami dan penggelapan atau pengelupasan kulit di sekitar ruam selama 10 hari.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kasus Campak RI Melonjak, Begini Gejalanya dari Hari ke Hari"