Hagia Sophia

02 May 2023

Kemenkes Bagikan Startegi Tangani Pandemi COVID-19 di Indonesia ke WHO

Kemenkes beberkan strategi penanganan COVID-19 RI melalui forum yang diselenggarakan WHO. (Foto: Grandyos Zafna)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggelar forum Preparedness and Resilience for Emerging Threats (PRET) di Jenewa, Swiss pada 24-24 April 2023. Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) membagikan strategi untuk menghadapi pandemi COVID-19.

"Kolaborasi menjadi kunci dalam penanganan pandemi COVID-19. Forum berbagi ini menjadi wadah untuk menampung respons terbaik dalam penanggulangan COVID-19 dari berbagai negara" ujar Juru Bicara Kemenkes RI dr Mohammad Syahril dikutip dari laman Kemenkes, Senin (1/2/2023).

Indonesia membagikan empat strategi penanggulangan COVID-19, di antaranya:

1. Ketahanan farmasi dan alat kesehatan
Strategi ini dilakukan melalui produksi vaksin buatan dalam negeri Indovac, Inavac, dan InaRNAVac-Ethane. Upaya lainnya yaitu, mengembangkan kerja sama antara PT Combiphar dengan PT Astrazeneca, pengadaan dan distribusi obat COVID-19 Paxlovid, produksi alat pelindung diri, produksi alat kesehatan berteknologi tinggi, seperti pulse oximetry, E-Ray, CT Scan, sterilizer, dan ventilator.

2. Pelatihan
Dituturkan dr Syahril, Indonesia telah menyusun pelatihan yang terakreditasi dengan terstandar untuk tim gerak cepat, pelatihan pencegahan dan pengendalian zoonosis dan infeksi emerging dengan pendekatan One Health. Tak lupa juga, pelatihan untuk kesiapsiagaan pandemi di rumah sakit.

3. Intra Action review (IAR) COVID-19
IAR COVID-19 bermanfaat untuk monitoring implementasi respons COVID-19 dan mengidentifikasi praktik terbaik serta kesenjangan untuk meningkatkan strategi respons COVID-19.

4. Integrasi COVID-19 dan Influenza
Selama pandemi, Indonesia mengintegrasikan COVID-19 dan influenza dalam sistem surveilans sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Integrasi ini melibatkan rumah sakit, puskesmas, laboratorium PCR, laboratorium regional, jejaring laboratorium sekuensing.

Tujuannya yaitu mengidentifikasi secara cepat patogen yang berkembang melalui genomic sequencing (pengurutan genome).

"ILI dan SARI sentinel surveilan bertujuan memonitor situasi dan tren COVID-19 dan influenza serta kedepannya dapat digunakan untuk patogen pernafasan lainnya," kata dr Syahril.

"Saat ini sudah ada 31 sentinel ILI berbasis puskesmas dan 14 sentinel SARI berbasis rumah sakit," pungkasnya.





























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Bertemu WHO, Kemenkes Beberkan Strategi Atasi Pandemi COVID-19 pada Dunia"